SAWANG – Calon gubernur Aceh yang diusung Partai Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, mengatakan bahwa pembangunan Aceh ke depan akan terlaksana apabila didukung oleh parlemen yang kuat.

Hal ini disampaikan Mualem dalam sambutannya pada acara pengukuhan tim pemenangan Partai Aceh di Sawang, Rabu malam 4 Januari 2017.

“Baro jeuet tabangun Aceh apabila didukung oleh parlemen yang kuat. Meunyoe hana, maka bek cet langet,” kata Mualem.

“Independen bek peungeut ureueng Aceh. Bek cet langet karena hana dewan awak nyoe,” ujar Mualem lagi.

Alasannya, kata Mualem, karena aturan di Indonesia seumpama kapal dua kemudi, yaitu eksekutif dan legislatif.

“Eksekutif yang tak didukung oleh mayoritas legislatif maka tak mungkin membangun Aceh. Sebab hana mungken anggaran disahkan keudroe jih,” kata Mualem.

Dirinya sendiri, kata Mualem, maju sebagai gubernur Aceh dengan didukung oleh 65 persen anggota DPR Aceh.

“Maka peu yang ta rencanakan isya Allah terwujud,” kata Mualem.

Oleh karena itu, Mualem berharap kepada warga Sawang dan Aceh pada umumnya untuk tetap setia pada Partai Aceh. Tujuannya agar pembangunan Aceh kedepan menjadi lebih baik.

“Geutanyoe ingin ta tagih mandum perjanjian atau MoU Helsinki. Perkara bupati dan gubernur nyan cuma alat. Alat untuk mencapai tujuan. Namun bek gara gara alat merusak tujuan,” ujar Mualem.

“Tujuan kita untuk menuntut semua butir butir MoU Helsinki agar direalisasi oleh pemerintah pusat. Maka Partai Aceh wajeb menang,” kata Mualem.[](rel)