LHOKSEUMAWE - Sejumlah sekolah dasar (SD) di Lhokseumawe tercatat sebagai calon penerima mobiler (meja dan kursi) hasil pengadaan sumber dana Otsus 2016 di bawah Dinas…
LHOKSEUMAWE – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Lhokseumawe tercatat sebagai calon penerima mobiler (meja dan kursi) hasil pengadaan sumber dana Otsus 2016 di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Akan tetapi, hingga saat ini sekolah-sekolah itu belum menerima pasokan mobiler baru.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Disdikpora Lhokseumawe tahun 2016 yang diperoleh portalsatu.com pada 22 Agustus lalu, ada sembilan SD dan satu SMP calon penerima mobiler tersebut.
Dua dari sembilan SD itu ialah SD Negeri (SDN) 1 dan SDN 6 Kecamatan Blang Mangat. Portalsatu.com lantas mencoba menggali informasi terkait kebutuhan mobiler di sekolah yang jauh dari pusat kota Lhokseumawe tersebut.
SDN 1 Blang Mangat berada di belakang Keude (Pasar) Punteut. Kepala sekolah (kepsek) tidak ada di tempat. Sepertinya Ibu (kepsek) sedang ada rapat dengan dinas di Lhokseumawe, ucap salah seorang guru ditemui portalsatu.com di ruangan dewan guru sekolah itu, Kamis, 6 Oktober 2016.
Wakil kepala sekolah sedang mengajar, kata guru perempuan itu yang kemudian tampak mulai menghindar.
Tak lama kemudian, muncul seorang guru pria dan mencoba mencari wakil kepala sekolah di sejumlah ruang kelas (ruangan belajar). Wakil kepala sekolah sudah keluar. Sudah saya cek ke tiap ruang, tidak ada. Anda bisa balik besok, kata guru pria tersebut.
Guru tersebut mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima mobiler baru hasil pengadaan tahun 2016 dari Disdikpora Lhokseumawe. Kalaupun ada masuk bantuan, saya terlebih dahulu mengetahui hal tersebut. Sebab saya bagian itu di sekolah ini, ujarnya.
Namun, guru itu mengaku tidak mengetahui jenis mobiler apa saja yang dibutuhkan sekolahnya. Pastinya ada yang kita perlukan, tapi saya kurang tahu. Silakan tanya sama kepala sekolah, kata dia lagi.
Portalsatu.com kemudian mendatangi SDN 6 Kecamatan Blang Mangat di Desa Jambo Timu. Ibu kepala sekolah sedang keluar. Kalau soal itu (kebutuhan mobiler) sebaiknya langsung ditanyakan kepada kepala sekolah, kata wakil kepala SDN 6 itu.
Tak lama, Kepala SDN 6 Blang Mangat Fauziah pun muncul setelah ditelpon oleh wakil kepala sekolah tadi. Saat ini belum ada pasokan bantuan mobiler untuk sekolah ini, ujar Fauziah.
Fauziah menjelaskan, pihaknya mengajukan beberapa kebutuhan kepada Disdikpora Lhokseumawe, yakni rehab ruang kelas dan ruang guru (tiga ruangan), dan pengadaan mobiler baru seperti meja dan kursi belajar.
Kita ada usulkan untuk tahun ini. Waktu itu sempat saya tanyakan pada dinas, dan katanya SD saya ini mendapatkan bantuan. Namun kapan akan dipasok, belum ada laporannya, kata Fauziah.
Menurut Fauziah, saat ini hanya ada enam ruang belajar dengan jumlah siswa 100 lebih di sekolah tersebut. Jika nantinya mobiler baru sudah dibawa kemari, kita akan penuhkan untuk satu ruang belajar, selebihnya kita sisipkan ke tiap-tiap ruangan lain, ujarnya.
Fauziah menyebut SD itu berdiri sejak 1979 dan telah dilakukan pembangunan maupun rehabilitasi beberapa kali. Dulu ada bangunan yang rusak, kemudian dibangun lagi dan terbakar. Setelah itu dibangun lagi dan rusak saat terjadi tsunami (tahun 2004). Setelah tsunami dibangun lagi, kata keplsek yang juga alumni SDN 6 itu saat masih bernama SD Inpres.
Fauziah mengatakan, Kondisi mobiler yang lama sudah tak layak lagi.
Sayangnya, mobiler baru (meja dan kursi untuk siswa) yang diperuntukkan bagi SDN 6 itu sampai sekarang belum dipasok. Pasalnya, pengadaan mobiler sekolah (Otsus) senilai Rp582,4 juta lebih untuk 10 sekolah termasuk SDN itu hingga kemarin (Rabu) belum dimulai proses lelang. Padahal, APBK Lhokseumawe 2016 sudah disahkan oleh DPRK pada penghujung November 2015.[](idg)