Ketika berinteraksi dengan sesama, sering mengulang-ulang hal yang sama yang sebenarnya telah ia ucapkan sebelumnya. Pengulangan itu bukan bertujuan sebagai penekanan bahwa yang ia ucapkan itu penting dan harus ditindaklanjuti, melainkan sebagai bentuk ejekan kepada lawan bicaranya.
Gejala seperti yang dikemukakan di atas disebut dengan istilah meunyèpnyèp dalam bahasa Aceh. Definisi ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bakar, Aboe, dkk. (1985:645) dalam Kamus Aceh-Indonesia. Disebutkan dalam kamus tersebut bahwa meunyèpnyèp adalah selalu berulang-ulang, misalnya dalam kalimat Babah kah meunyèpnyèp that, ka kapeugah sigo ka sép, nyoe sabé ka nyépnyép.
Lebih lanjut, Bakar, Aboe, dkk. (1985:645) dalam Kamus Aceh-Indonesia menyebutkan, selain bermakna berulang-ulang, kata tersebut juga dapat diartikan merengek-rengek.
Berdasarkan kedua makna meunyèpnyèp yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa nyèpnyèp maknanya lebih berkonotasi negatif. Kata ini diucapkan oleh seseorang manakala ia sudah bosan mendengarkan kata-kata lawan bicaranya yang ditujukan kepadanya sebab sering diulang-ulang. Pengulangan itu pun juga bertujuan untuk menyindir atau mengejek.
Meskipun tujuannya untuk menyindir atau mengejek, meunyèpnyèp dengan kata èjèk dalam bahasa Aceh berbeda pemakaiannya. Perbedaan yang dimaksud terletak pada frekuensi tindakan yang terkandung dalam kedua kata tersebut. Meunyèpnyèp hanya diucapkan lawan bicaranya sering mengucapkan kalimat yang sama dengan tujuan untuk menyindir, tetapi tidak demikian dengan èjèk. Namun demikian, èjèk dapat berubah menjadi meunyèpnyèp jika hal itu dilakukan berulang-ulang.
Dilihat dari segi pembentukan katanya, meunyèpnyèp bukanlah kata dasar. Kata ini terbentuk dari imbuhan meu- dan kata dasar nyèpnyèp. Saya menyebut nyèpnyèp sebagai kata dasar sebab tidak ada kata nyèp dalam bahasa Aceh meskipun kata ini diucapkan dua kali sehingga menjadi nyèpnyèp. Jadi, kata nyèp yang digunakan dalam kalimat berikut tidak benar, Babah kah meunyèpnyèp that, ka kapeugah sigo ka sép, nyoe sabé ka nyép.