Pernahkah kita bertanya negara mana yang memiliki bahasa daerah terbanyak di dunia? Jawabannya Papua New Guinea. Posisi pertama negara dengan bahasa terbanyak di dunia kini ditempati oleh Papua Nugini dengan jumlah bahasa mencapai 867 bahasa, sedangkan Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah bahasa sebanyak 742 bahasa.
Sebagian bahasa daerah di Indonesia telah punah, sebagian lagi terancam punah.
Distribusi 742 bahasa di seluruh Indonesia rupanya berbanding terbalik antara jumlah bahasa dengan jumlah penduduk. Pulau Jawa dengan jumlah penduduk 123 juta orang memiliki tidak lebih dari 20 bahasa. Sebaliknya, Papua barat yang penduduknya berjumlah 2 juta orang saja memiliki jumlah bahasa mencapai 271 bahasa.
Menurut jumlah penuturnya, bahasa yang terbanyak digunakan di Indonesia adalah
- bahasa Jawa
- bahasa Melayu-Indonesia
- bahasa Sunda
- bahasa Madura
- bahasa Batak
- bahasa Minangkabau
- bahasa Bugis
- bahasa Aceh
- bahasa Bali
- bahasa Banjar
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari742 bahasa yang ada di Indonesia.
Dengan memperoleh gambaran menyeluruh dari situasi kebahasaan secara umum di dunia maupun situasi kebahasaan di Indonesia, diharapkan mampu menjadi bentuk pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindarkan suatu negara dari kepunahan bahasa.
Wawasan terkait bahasa-bahasa kemudian diketahui berpotensi terancam punah. Mencegah terjadinya hal tersebut, masyarakat membutuhkan pemahaman ekolinguistik, sebagai ilmu linguistik yang memperhatikan daya hidup bahasa.
Hal tersebut nyatanya membawa pengaruh pada kemungkinan kepunahan suatu atau beberapa bahasa di daerah yang ada di Indonesia, akibat dari kurangnya jumlah penutur bahasa di daerah yang memiliki jumlah ragam bahasa begitu banyak.