SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti mengatakan ada oknum anggota DPR RI berasal daerah pemilihan Aceh mengaku membawa uang ratusan miliar rupiah ke Kota Subulussalam.

“Bohong pernyataan anggota DPR RI bawa uang ke Subulussalam ratusan miliar,” kata Merah Sakti di sela-sela acara pelantikan kepala mukim di Gedung Serbaguna Kompleks Pondopo Wali Kota Subulussalam, Selasa 30 Agustus 2016.

Merah Sakti meminta masyarakat Subulussalam tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi terkait isu-isu palsu yang disampaikan oknum anggota DPR RI maupun DPRA.

“Saya selaku kepala daerah tahu uang masuk ke Subulussalam sumbernya dari mana saja, mengapa ada anggota DPR RI mengaku membawa uang ke sini, bohong itu,” tegas Merah Sakti kembali.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan pihak tertentu jika ingin bertarung pada Pilkada Subulussalam tahun 2018 agar menjaga nilai-nilai sportivitas, jangan membawa isu yang tidak benar.

“Masyarakat jangan mau dikorbankan, jangan mudah terprovokasi. (Kepada pihak tertentu) kalau mau jadi wali kota tunggu 2018, pertandingan baru dimulai,” sindir Merah Sakti.

Merah Sakti menegaskan, dana dari pemerintah pusat diperoleh setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik seperti Partai Demokrat, Golkar, dan Gerinda.

“Sementara ada beberapa parpol tertentu, nol sama sekali tidak ada bawa uang ke daerah, tapi tidak bisa saya sebutkan di sini partai apa,” kata Merah Sakti.

Dalam kesempatan itu, Merah tidak menyebut nama anggota DPR RI yang dimaksud. Namun munculnya pernyataan keras dari Ketua DPD Partai Golkar ini, setelah acara tablig akbar menghadirkan ustazah Mama Dedeh dan Opick ke Subulussalam.

Kedatangan dua orang mubalig tersebut dibawa anggota DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub, untuk mengisi ceramah agama di Kota Subulussalam, Singkil dan Aceh Selatan.

Dalam sambutannya waktu itu, Muslim Ayub sempat menyinggung dana ratusan miliar dari pusat berhasil di bawa ke Subulussalam untuk digunakan kepada program-program pembangunan.[]

Laporan Sudirman