IDI – KPA O5 Sagoe Idi Kuta mengaku masih setia bersama barisan Partai Aceh serta mendukung penuh pasangan calon Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Timur yang diusungkan oleh Partai Aceh.
Pernyataan sikap ini disampaikan Syukri Ajalil alias Nek Duta, Ulee Majelis Sagoe Idi Kuta dalam konferensi pers di Posko Pemenangan Gampong Seuneubok Bace, Kecamatan Idi Rayek, Selasa, 30 Agustus 2016.
“Kami menegaskan mantan kombatan GAM Sagoe 05 Idi Kuta berjumlah 283 orang yang masih setia bersama Partai Aceh dan akan bekerja keras memenangkan Mualem dan TA Khalid sebagai gubernur/wagub Aceh serta pasangan Hasballah M. THaib dan Syahrul Harasyah sebagai calon Bupati/Wabup Aceh Timur,” ujar Nek Duta.
Selaku orang yang tertua dalam pengurus KPA Sagoe Idi Kuta, Nek Duta menyayangkan keputusan Nek Tu dengan menyebutkan 112 orang KPA Sagoe Idi Kuta mendukung calon independen itu.
“Untuk anggota KPA kita hanya 53 orang yang telah berkiblat ke arah politik lain, sedangkan sisanya itu kami masih sangat setia dalam Partai Aceh. Maka pernyataan (Nek Tu) tersebut sangat keliru dengan jumlah anggota KPA yang ada di lapangan. Meskipun demikian kami tidak akan menghalang, silakan mereka berpolitik ke mana arah yang mereka sukai, ” ujar Nek Duta didampingi Panglima Daerah 4, Rusli Daud atau yang dikenal Li Ton.
Nek Duta turut menyampaikan penilaiannya atas sikap Ridwan Abu Bakar atau Nek Tu yang telah membelakangi Partai Aceh. Padahal lanjut Nek Duta, Partai Aceh telah mengantarkan Nek Tu ke kursi DPRA selama dua periode.
“Nek Tu telah mengkhianati Partai Aceh dan dia telah merusak partai yang pernah membawanya ke kursi dewan selama dua periode, ini sungguh sangat kita sayangkan,” ucap Nek Duta yang turut didampingi stafnya.
Sementara itu anggota KPA Sagoe 4 Idi Kuta lainnya, Safrizal alias Komeng menambahkan, selama masa kepimpinan Bupati Hasballah (Rocky), dia menilai pembangunan sudah sangat maksimal, keseteraan pembangunan serta kesejahteraan mantan kombatan GAM sudah terealisasi.
“Kami merasa kepimpinan Bupati Rocky sudah terarah ke semua sektor, begitu juga dengan kesejahteraan kombatan kita sudah merasakan itu, namun saat ini orang yang sudah merasa kepuasan itu lah yang berkoar-koar menuntut ketidaksejahterakan,” ucap Komeng.
Komeng menyebutkan sampai saat ini KPA Sagoe Kuta Idi masih setia bersama Partai Aceh. Dia mengaku tidak akan hengkang dari partai tersebut karena seluruh anggota KPA telah terikat dengan janji perjuangan.
“Kami tidak akan melangkah kemana pun karena kami sangat takut untuk mengingkari janji yang pernah kami ucapkan dulu semasa perjuangan,” pungkas Komeng.[]