BANDA ACEH sebagai ibu kota provinsi adalah surga bagi para pecinta kuliner. Ragam jenis kuliner bisa ditemukan di kota yang baru saja merayakan ulang tahun ke-812 ini. Hal ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Banda Aceh juga merangsang para pengusaha untuk terus berinovasi, tak terkecuali di bidang kuliner.
Yang teranyar dan patut Anda coba adalah hidangan sate belut yang gurih. Konon katanya bisa menambah stamina karena kandungan proteinnya yang tinggi, khususnya bagi kaum Adam.
“Kami ingin memberikan pengalaman menyantap kuliner yang berbeda bagi para pecinta kuliner di Banda Aceh. Ide menjual sate belut ini karena kami sekeluarga sangat menyukai hidangan belut, terutama ayah,” kata Alqarni, 27 tahun, owner sate belut kepada portalsatu.com Minggu malam, 7 Mei 2017.
Cara menyiapkan sate belut ini tak jauh berbeda dengan cara mengolah sate lainnya. Awalnya daging belut dipisahkan dengan tulangnya lalu dipotong kecil-kecil. Untuk menghilangkan bau amis, diberikan perasan jeruk purut. Kemudian digarami dan diberi bumbu yang berasal dari rempah-rempah khas Aceh seperti kunyit dan bawang merah. Setelah itu ditusuk-tusuk ke lidi dan dipanggang di atas bara. Saat dipanggang dibalur dengan kecap manis.

Yang spesial adalah belutnya merupakan belut liar, jadi tekstur dagingnya lebih padat. Belut-belut itu didatangkan khusus dari Lhokseumawe.
Anak muda yang juga pemilik usaha peci khas Aceh ini menuturkan, ayahnya, Suhaili, 57 tahun, sejak muda sangat menggemari belut dan gemar mencari belut. Bahkan pria yang berdomisili di Punteut, Lhokseumawe dan berstatus PNS itu mencari belut hingga ke pedalaman Aceh Timur.