TERKINI
BAHASA

Mengenal Singkatan Lazim tapi Tak Baku

Karena pertumbuhannya yang begitu pesat, banyak orang tidak mengetahui arti singkatan atau akronim yang digunakan lawan bicaranya itu.

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 5.2K×

Bahasa Indonesia punya cukup banyak singkatan dan akronim. Apa pun itu, selama masih dapat disingkat atau diakronimkan, dan selama yang disingkat itu unik, cara itu lebih dipilih oleh pengguna bahasa tinimbang menggunakan bentuk kepanjangannya.

Maka, lihat saja, ada ribuan singkatan dan akronim dalam bahasa Indonesia tumbuh dengan suburnya. Hari ini ada singkatan baru, besoknya muncul kembali singkatan baru lainnya. Menyingkat dianggap pantas. Begitulah ungkapan yang tepat untuk perkembangan singkatan dan akronim dalam bahasa Indonesia.

Karena pertumbuhannya yang begitu pesat, banyak orang tidak mengetahui arti singkatan atau akronim yang digunakan lawan bicaranya itu.

Sebut saja di antaranya “pom bensin”, “promo”, “rinci”, “bra”, “relawan”. Sebagian kita selama ini mungkin meyakini bahwa pom bensin adalah kata yang terdiri dari pom dan bensin.

Sebenarnya, pom bukanlah kata melainkan penyingkatan dari pompa sehingga terbentuklah pom bensin. Namun, bila kita membuka KBBI V Daring, pom yang merupakan bentuk singkat dari pompa tidak kita terdaftar.

Bila membuka KBBI V Daring, hanya ada pom yang berarti “suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Yapen dan Waropen, Provinsi Papua” dan “bahasa yang dituturkan suku Pom”. Selebihnya tidak ada.

Saya sendiri belum tahu alasan tidak dimasukkan pom untuk pom bensin sehingga ada sebagian mengklaim bahwa pom bensin merupakan bentuk yang keliru sebab belum ada di KBBI.

Seperti halnya pom, promo merupakan kependekan dari promosi. Namun, berbeda dengan pom, promo sebagai bentuk kependekan sudah masuk ke dalam lema KBBI V Daring. Awalnya, promo dianggap sebagai pemendekan yang tidak baku.

Bentuk pemendekan lainnya adalah rinci. Bentuk ini sering digunakan seperti dalam kalimat “Coba jelaskan dengan rinci.” Secara bahasa, bentuk ini disebut oleh KBBI V Daring sebagai bentuk tidak baku. Adapun bentuk bakunya adalah perinci, bukan rinci. Jadi, kalimat “Coba jelaskan dengan rinci” seharusnya adalah “Coba jelaskan dengan perinci”. Bentuk turunan lain dari perinci adalah memerinci; pemerincian; perincian; terperinci.

Ada pula bentuk relawan. Bentuk ini merupakan pemendekan dari sukarelawan. Seperti halnya rinci, relawan bukan merupakan bentuk baku dalam KBBI Daring V (Baca: Relawan atau Sukarelawan?).

Bra adalah pemendekan terakhir yang saya sebutkan dalam tulisan ini sebagai bentuk yang selama ini sudah dianggap sebagai sebuah kata. Padahal, bra merupakan pemendekan dari dari braseri.

Kecuali promo, penyingkatan yang disebutkan di atas merupakan penyingkatan yang tidak baku. Sudah sepatutnya sedapat mungkin kita menghindari pemendekan seperti itu agar bahasa kita gunakan benar-benar cermat mengungkapkan ide atau gagasan.[]

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar