Selain bahasa baku, bahasa gaul juga sangat menarik dibicarakan. Bahasa jenis ini memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan bahasa baku. Sebut saja dari segi kosakata, misalnya, bahasa gaul memiliki kosakata yang khas, misalnya kece (keren cakep) cantik, tajir kaya, cintrong cinta.
Ciri lain bahasa gaul adalah adanya penghilangan huruf awal, seperti sudah menjadi udah, saja menjadi aja, sama menjadi ama dan penghilangan huruf /h/, misalnya habis menjadi abis, tahu menjadi tau, dan hilang menjadi ilang.
Kekhasan bahasa gaul dapat pula dilihat dilihat dari penggantian huruf /a/ dengan /e/, misalnya benar menjadi bener, dan seram menjadi serem. Tak hanya itu, penggantian diftong /au/, /ai/ dengan vokal /o/ atau /e/, serta pemendekan kata menjadi ciri lain bahasa gaul. Jadi, kata kalau menjadi kalo, satai menjadi sate, begitu pula terima kasih menjadi makasi dan bagaimana menjadi gimana.
Karena cirinya yang berbeda dengan bahasa baku, tak heran, selain ada kamus yang khusus memuat kata-kata baku, ada pula kamus yang di dalamnya berisi kosakata gaul. Namanya Kamus Bahasa Gaul.
Sesuai dengan hakikat bahasa yang mengalami perkembangan, bahasa gaul juga mengalami perkembangan yang luar biasa, terutama dalam hal penambahan kosakata yang jumlahnya mencapai jutaan.
Penambahan sejumlah kosakata terjadi begitu cepat dibandingkan dengan bahasa baku. Dalam beberapa bulan dapat dipastikan puluhan kosakata muncul dan digunakan secara aktif oleh para anak muda. Saking pesatnya perkembangan, generasi yang telah melewati masa remaja terkadang tidak mengetahui maksud bahasa gaul itu.