TERKINI
GAYA

Mencocokkan Nama; Cara Sebagian Orang Aceh Dulu Menikah

Penentuan jenis praja yang dimiliki oleh seseorang dilaku­kan dengan cara melihat suku kata terakhir nama laki-laki dan perempuan.

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 24.1K×

Ketika kecil dulu, saya seringkali mendengar para orang tua di kampung menyebut kata praja. “Meunyoe keumeung meukawen, payah peucocok praja ilèe. Meunyoe sama praja, meukawén laju, meunyoe hana, yu meukawén ngon ureung laén manteng.” Namun, waktu itu pengetahuan saya tentang praja masih awam. Di samping itu, saya merasa untuk apa harus buang-buang energi mencari tahu. Lebih baik bermain dengan teman-teman.

Pada 2013, saat hendak menikah saya kembali sering mendengar nama ini. Orang tua di kampung ketika itu mencoba mencocokkan praja saya dengan sang calon istri. Kata orang tua yang menerawang praja saya ketika itu, praja saya cocok dengan sang calon.

Katanya, nama saya diakhiri oleh di, sedangkan calon istri saya berakhir dengan ti. Di berpraja kerbau, sedangkan ti berpraja burung. Maka, saya pun diklaim cocok dengan istri saya ibarat kerbau dan burung yang saling membantu. Kerbau di sawah, misalnya, sering dicarikan kutu oleh burung yang bertengger di punggungnya. Jadi, kalau menikah, rumah tangga kami akan bahagia dan tidak akan cekcok.

Dari penjelasan orang tua tersebut, saya jadi paham praja berarti prediksi orang tua zaman dulu terhadap calon suami istri tentang baik atau tidaknya mereka menikah, memiliki rezeki atau tidak jika mereka menikah, terjadi percekcokan atau tidak dalam rumah tangga ketika menikah nanti.

Praja banyak jenisnya, di antaranya praja krueng, ‘praja sungai’, praja guda ‘praja kuda’, praja cangguk ‘praja kodok’, praja cicém ‘praja burung’, praja kapai ‘praja kapal’, praja manok ‘praja ayam’, praja kamèng praja kambing’, praja rimung ‘praja harimau’, dan praja uleu ‘praja ular’.

Penentuan jenis praja yang dimiliki oleh seseorang dilaku­kan dengan cara melihat suku kata terakhir nama laki-laki dan perempuan. Seseorang yang namanya diakhiri suku kata ri berarti ber-praja kamèng, diakhiri suku kata di berarti ber-praja keubeu, diakhiri suku kata wi berarti ber-praja krung, diakhiri suku kata ti berarti ber-praja cicém.

Dulu pasangan yang ingin menikah harus dicocokkan praja-nya. Pasangan boleh menikah bila praja-nya cocok, begitu pula sebaliknya. Pasangan lelaki yang namanya diakhiri di dianggap cocok menikah dengan pasangan perempuan yang namanya diakhiri ti karena di ber-praja keubeu, sedangkan ti ber-praja cicém.

Namun, pasangan lelaki yang namanya diakhiri ri yang ber-praja kaméng, dianggap tidak cocok menikah dengan perempuan yang namanya diakhiri oleh iah karena ber-praja guda. Agar bisa menikah, nama si perempuan harus diganti dengan nama yang memiliki praja yang cocok dengan lelaki tadi, misalnya nama yang diakhiri wi yang ber-praja krueng.

Selain melihat nama, kecocokan praja seseorang juga dilihat berdasarkan tanggal lahir. Tanggal lahir calon suami dan istri dihitung dulu secara matematis, lalu dipadukan dengan akhir nama kedua calon. Pencocokan bukan berarti adanya kesamaan tanggal lahir. Meski tanggal lahir sama, tetapi bila telah dihitung secara matematis hasilnya tidak cocok, kedua calon dianggap tidak memiliki praja yang sama.

Hingga kini masih ada sebagian orang tua yang percaya kesahihan perhitungan praja ini. Meski demikian, kepercayaan terhadapnya agak longgar. Artinya, meski saat akan menikah diketahui bahwa calon suami tidak ber-praja sama dengan calon istrinya, pernikahan tidak dibatalkan dan nama juga tidak diganti untuk menyamakan praja. Mengetahui praja saat akan menikah boleh dikatakan sebagai kegiatan selingan saja, bukanlah pokok seperti dulu.

Semua itu berangkat dari semakin luasnya pengetahuan seseorang terhadap hakikat pernikahan. Kini banyak orang meyakini, lestarinya pernikahan bukanlah sekadar melihat kecocokan praja. Saling memahami antara suami dan istri merupakan salah satu penyebab langgengnya biduk rumah tangga.[]

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar