ALLAH SWT menciptakan manusia berpasangan laki dan perempuan. Keberadaan umat yang banyak didunia ini juga sebuah kebanggaan baginda nabi Muhammad Saw. Dalam Islampun di bolehkan menikahi empat orang selama mampu berlaku dan ini sebuah isyarat untuk memperbanyak keturunan. Tentu saja untuk memperbanyak keturunan harus di lalui oleh pernikahan. Rasulullah Saw bangga dengan banyak umatbersasarkan hadist:
Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu) (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Maqil bin Yasar].
Dalam hadist lain juga di sebutkan:Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Said bin Manshur dari jalan Anas bin Malik].
Salah satu kebahagian mereka yang telah menikah tentunya sangat mengharapkan sang buah hati tiba menghiasi hidup mereka. Namun tidak juga bermakna tanpa kebahagian dan sempurna mereka yang belum di karunia tamudari langit. Ini semua taqdir dan qudrah serta rezki dari sang ilahi.
Saat sebuah keluarga telah hamil. Tentu saja ini sebuah khabar gembira dan anugerah dan sangat berharap impian itu terealisasi. Masyarakat Aceh dalamhali ini keluarga biasanya sangat berpartisipasi menyelenggarkan upacara selamatan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan mengharapkan keselamatan. Dalam upacara selamatan tersebut dibacakan Al Quran, suratsurat tertentu, bacaan berzanji atau tahlil. Aceh memiliki adat istiadat yang sangat menghargai dan memuliakan ibu hamil dan anaknya. Mendorong keluarga dan masyarakat saling bekerja sama membantu mengayomi ibu hamil.
Masyarakat Aceh memberi prioritas kepada kesehatan ibu hamil dan anak. Keduanya merupakan tumpuan harapan yang sangat menentukan pertumbuhan, perkembangan dan penerusan generasi Aceh ke depan. Karena itu, setiap ibu hamil di sambut gembira oleh keluarga suamiistri dan diberikan spirit serta diciptakan kondisi yang menyenangkan. Masyarakat Aceh dapat memahami pengaruh besar psikologis ibu hamil terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungan.
Dengan ini lahirlah petuahpetuah dan pantanganpantangan yang bertujuan menjaga kehamilan terpelihara dan selamat sampai melahirkan.