JAKARTA — Puluhan orang dengan memakai kaos warna biru bertuliskan Ahlan Wa Sahlan tengah sibuk mendekorasi Gedung Nusantara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Mereka berkelompok. Ada yang memasang ornamen bunga di pintu masuk, di lobi gedung, bahkan dua pintu lift Gedung Nusantara pun tak luput dari tangan-tangan kreatif mereka.
Praktis bangunan yang lebih dikenal dengan nama Gedung Kura-Kura itu bermandikan kembang dan disulap menjadi taman bunga. Walhasil harumnya bebungaan pun semerbak, dan tercium hingga luar gedung.
Mungkin bagi orang-orang yang belum tahu, akan mengira Gedung Nusantara digunakan untuk resepsi pernikahan pejabat atau wong gede. Kenyataannya bukan. Ini untuk menyambut orang nomor satu di Arab Saudi yang bakal berkunjung ke DPR RI, yaitu Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud. Raja kesembilan kerajaan Arab Saudi itu dijadwalkan memberikan pidato beberapa menit di depan anggota DPR RI, DPD RI, MPR RI dan juga tamu undangan lainnya.
Meski Gedung Nusantara yang akan menjadi saksi sejarah itu dihias sedemikian rupa, tapi tetap menonjolkan sisi tradisional kebudayaan Indonesia. Bak taman bunga, setiap sudut gedung selalu ada bunga. Mulai dari mawar merah, mawar putih, anggrek hijau, anggrek putih, anggrek bulan, sedap malam, dan juga dedaunan. Semuanya didatangkan dari Bogor, Sukabumi, Bandung dan Surabaya. Khusus sedap malam hanya didapat dari Surabaya karena memang cuma di Surabaya yang sedang panen, mengingat cuaca yang tidak menentu.
“Ada 20 jenis bunga, semuanya 10 truk kita datangkan ke sini. Kita kombinasi warna merah, putih dan hijau sengaja dipilih untuk menyelaraskan dengan warna bendera negara Indonesia dan Arab Saudi, tapi lebih banyak warna putihnya,” kata penanggung jawab dekorasi DPR RI, Ratih Raharnani saat meninjau para pekerja, Rabu (1/3) sore WIB.
Di lantai bawah, mulai dari halaman gedung atau beberapa meter sebelum pintu masuk terbentang karpet merah menuju lobi gedung. Segaris bentangan karpet merah dipasang pagar terbuat dari besi berwarna perak dan dihiasi dengan berbagai kombinasi bunga, anggrek, mawar merah dan dedaunan.
Kemudian kain batik juga dibentangkan di pagar sebagai jarak antarhiasan bunga. Di pintu utama gedung berdiri kokoh gapura kayu berukiran ornamen unik. Diatas gapura juga disesaki bebungaan dengan riasan mirip seperti di pagar namun jauh lebih padat dan banyak.
Masuk ke dalam lobi langsung terhampar berbagai jenis kembang bergelantungan di dinding. Karpet merah terbelah ada yang menuju lift di sisi kiri dan menuju eskalator di sisi kiri. Pintu lift yang bakal digunakan Raja Salman juga dihiasi bunga-bunga hampir menutupi lift.