RIYADH – Berita penahanan 11 pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri Arab Saudi tidak serta merta diikuti pengumuman tentang nama-nama mereka, tetapi nama-nama tersebut terungkap secara bertahap.
Penangkapan dilakukan Sabtu (04/11) hanya beberapa jam setelah pembentukan komisi antikorupsi yang dipimpin Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman.
Sejauh ini belum ada rincian dugaan kasus korupsi yang dituduhkan kepada para pangeran, pejabat dan mantan pejabat itu.
Berikut daftar sebagian pangeran, menteri dan mantan menteri yang ditahan:
Pangeran Alwaleed bin Talal
Barangkali ia adalah sosok yang paling menonjol yang masuk dalam daftar penangkapan. Pangeran Alwaleed tercatat sebagai pengusaha yang mempunyai saham di berbagai perusahaan raksasa seperti Twitter dan Apple. Ia adalah salah seorang pengusaha terkaya di dunia. Forbes menaksir kekayaan bersih Pangeran Alwaleed mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp230 triliun.
Selain berinvestasi di Twitter dan Apple, ia juga mempunyai saham di bank Citygroup, jaringan hotel Four Seasons dan perusahaan media milik Rupert Murdoch, News Corporation. Di London, Pangeran Alwaleed adalah pemilik hotel mewah, Savoy.
Adel Fakieh, menteri ekonomi
Ibrahim al-Assaf, mantan menteri keuangan yang juga duduk sebagai anggota dewan perusahaan minyak, Saudi Aramco
Pangeran Turki bin Abdullah, mantan gubernur Riyadh
Khalid al-Tuwaijiri, mantan ketua pengadilan
Bakr bin Laden, bos perusahaan konstruksi Saudi Binladin, dan saudara laki-laki Osama bin Laden
Aset sebagai kekayaan negara
Kementerian Penerangan, Minggu (05/11), mengumumkan bahwa seluruh aset milik puluhan pangeran, menteri dan mantan menteri yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi akan dibekukan dan akan dibuka kepada umum.
“Rekening dan saldo milik mereka yang ditahan akan diumumkan dan dibekukan. Semua aset atau properti yang ada hubungannya dengan kasus-kasus korupsi ini akan dimasukkan sebagai kekayaan negara,” kata Kementerian Penerangan Arab Saudi.