BANDA ACEH – Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, menilai tata kelola keuangan pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir) gagal. Hal ini terlihat pada rendahnya serapan keuangan sehingga masih banyak Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang ‘rapor merah’ menjelang akhir tahun.

“Dari awal, birokrasi agak kacau dan pemerintah Zikir gagal dalam konteks tata kelola keuangan,” kata Alfian saat dihubungi portalsatu.com melalui telepon, Kamis, 10 Desember 2015.

Menurut Alfian, Pemerintahan Aceh saat ini terkesan tidak memiliki mekanisme evaluasi terhadap kinerja SKPA. “Belum ada penunjukan Kepala SKPA untuk membangun sistem birokrasi yang baik. Jadi, wajar jika serapan anggaran rendah, dan program yang diadakan pun tidak berkualitas, tidak berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.  

Ia menyebutkan, akar permasalahan ini terjadi sejak rekruitmen para Kepala SKPA yang tanpa uji kelayakan dan kepatutan. “Seharusnya dilakukan uji kompetensi. Misalnya, apa visi dan misi terhadap badan atau dinas yang diemban oleh mereka. Begitu juga dengan program untuk publik, selama ini terkesan tebar pesona,” ujar Alfian.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data dilansir laman resmi P2K-APBA, Selasa, 8 Desember 2015, dari total APBA 2015 senilai Rp12,749 triliun, secara keseluruhan realisasi keuangan sampai 7 Desember 2015 sebesar 73,2 persen. Adapun realisasi fisik sebesar 78 persen dari target 100 persen pada 31 Desember mendatang.[] (*sar)