BANDA ACEH – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang hendak menyampaikan aspirasi mereka terkait pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe terlihat kesal. Keinginan mereka untuk bertemu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) disambut dengan penutupan gerbang gedung rakyat oleh aparat keamanan, Rabu, 26 April 2017.
Padahal, massa telah menempuh jalan panjang di bawah sengatan matahari dari kantor Gubernur Aceh menuju gedung parlemen. Peluh mereka menjadi sia-sia karena petugas melarang generasi penerus ini masuk ke gedung rakyat.
Kesal dengan hal tersebut mahasiswa pun menggoyang-goyangkan panggar utama gedung DPRA. Mereka meminta aparat untuk segera membuka pagar tersebut.
Akhirnya usaha para mahasiswa ini membuahkan hasil. Aparat keamanan yang tadinya tegas melarang mahasiswa masuk akhirnya bersedia membuka gerbang Gedung DPRA.
Aksi massa ini disambut anggota Fraksi PKS/Gerindra Bardan Sahidi dan Asib Amin. Di hadapan dua anggota parlemen ini, mahasiswa memaparkan empat tuntutan mereka yang intinya mendesak agar KEK Arun dikelola oleh Aceh.