BANDA ACEH – Forum Kota Pusaka Aceh terbentuk dalam sebuah rapat organisasi yang telah menyetujui menjadi anggota kumpulan organisasi yang sebelumnya disebut kaukus tersebut.
Dalam pertemuan di ruang rapat Forum LSM Aceh, Jumat, 21 April 2017 malam, Teuku Farhan dari MIT (Masyarakat Informasi & Teknologi) Aceh ditunjuk sebagai ketua.
Hadir dalam acara tersebut Taqiyuddin Muhammad pendiri Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan CISAH (Central Information for Samudra Pasai Heritage), Mujiburrizal Duta Museum, Mizuar Mahdi Ketua Mapesa, Masykur dari Mapesa dan Pedir Museum, Mawardi Usman dari ALIF (Aceh Lamuri Fondation), Hasan Al Basri dari Mapesa, Sulaiman dari YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh).
Turut hadir Muhammad Zubir dari YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh), M. Yusrizal dari Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himas) FKIP Unsyiah, Muammar dari Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himas) FKIP Unsyiah, Muhammad Iqbal dari Mapesa, Zulfikar dari Forum LSM Aceh, Teuku Farhan dari MIT Aceh, dan Thayeb Loh Angen dari PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh-Turki), dan lainnya sekira 15 orang.
Dalam perkumpulan organisasi yang diinisiasi Thayeb Loh Angen tersebut, tokoh peneliti sejarah dan kebudayaan Islam Taqiyuddin Muhammad menyampaikan visi dan misi Forum Kota Pusaka Aceh tersebut secara garis besar.
“Tujuan kita adalah memberikan hak kepada sejarah dalam bidang ilmu pengetahuan, kesejahteraan, dan ingatan, sebagai membalas utang budi peradaban kepada para tokoh zaman silam, yang karyanya masih bisa dipelajari dan dikenang di zaman ini,” kata Taqiyuddin Muhammad.
