BANDA ACEH – Gubernur Aceh meminta tim penggerak PKK untuk mampu merepresentasikan program yang kritis terhadap keadilan gender. “Program tersebut hendaknya menonjolkan progresif, inovatif dan kreatif,” ujarnya saat membuka secara resmi Rapat Konsolidasi PKK se-Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat, 6 November 2015.

Gubernur Aceh juga meminta TP-PKK agar mampu menyinergikan program organisasi ini dengan program yang ada dalam skema Pemerintahan. “Dengan demikian program yang kita laksanakan akan bersinergi dan saling memperkuat.”

Pesan lainnya dari Gubernur Aceh adalah TP-PKK sebaiknya menjalin kerja sama dengan berbagai jejaring organisasi perempuan independen untuk menjalankan fungsinya dengan optimal, khususnya dalam hal pengorganisasian, advokasi, edukasi keadilan jender dan hak asasi perempuan. “Sehingga isu-isu kesejahteraan keluarga dapat kita kampanyekan lebih intensif lagi,” katanya.

Gubernur juga meminta TP-PKK Aceh agar mengupayakan untuk mengaktifkan kembali posyandu di tiap-tiap gampong. Selain itu, pengurus Tim Penggerak PKK juga diminta untuk meningkatkan penyuluhan-penyuluhan tentang pentingnya kesejahteraan keluarga.

Dia juga meminta TP PKK Aceh untuk memberikan perhatian khusus tentang kegiatan pendidikan dan pembinaan sikap mental, khususnya bagi anak dan remaja di Aceh. Di sisi lain, dia meminta TP PKK Aceh untuk mempertimbangkan langkah menghadirkan kegiatan yang bersifat penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga dan trafficking/perdagangan anak. 

“Saya juga menghimbau agar Tim Penggerak PKK Aceh meningkatkan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan dukungannya terhadap keikutsertaan PKK Aceh dalam kegiatan Jambore Nasional PKK dan Rapat Kerja Nasional ke-8 PKK yang dilaksanakan di Jakarta pada pertengahan November ini. Gubernur juga berharap agar PKK Aceh mampu berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

“Semoga bisa menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pertemuan ini. Saya juga berharap pertemuan ini mampu meningkatkan kebersamaan dan kekompakan di antara pengurus PKK Aceh sehingga semua program dapat dijalankan secara terpadu,” kata Gubernur Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK Aceh, sejumlah Kepala SKPA, Para Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Aceh, Para Kepala SKPK serta sejumlah awak media.

Usai seremonial pembukaan, Rakon dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan beberapa pemateri. Diantaranya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Aceh, yang membawakan materi ‘Perencanaan dan Penganggaran dalam Mendukung Kegiatan PKK’. Materi kedua berjudul ‘Penanganan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Kekerasan Seksual Pada Anak’ yang disampaikan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Prempuan dan Perlindungan Anak.[]