Kata orang, lemari sama saja dengan almari, sama-sama bermakna peti besar tempat menyimpan sesuatu (seperti buku, pakaian). Sebagian orang juga sepakat bahwa kedua kata itu…
Kata orang, lemari sama saja dengan almari, sama-sama bermakna peti besar tempat menyimpan sesuatu (seperti buku, pakaian). Sebagian orang juga sepakat bahwa kedua kata itu baku dalam bahasa Indonesia.
Dikutip dari beritagar.id, kata “lemari” awalnya diserap dari bahasa Portugis, armario menjadi almari, tetapi kemudian KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mengubah ejaannya menjadi lemari. Korpus Melayu MCP hanya mencantumkan entri almari.
Kamus-kamus bahasa Melayu (Malaysia) mencantumkan almari (banyak entri) dan lemari (sedikit entri). Belum ditemukan alasan mengapa KBBI/MABBIM melakukan perubahan ejaan ini. Ada yang menduga (bisa saja salah), penyerapan ini terpengaruh bahasa Jawa yang menyerapnya sebagai “lemari”.
Yang juga kerap membingungkan adalah kata “nomor” dan “nomer”. Sebenarnya “nomor” atau “nomer” sama saja, hanya beda cara baca. Bahasa Indonesia pada dasarnya bertulisan jawi, yaitu nun, mim dan ra., bahasa Arab namrah.[]