TAKENGON – Satu unit jembatan di Desa Gemboyah, tepat pada perbatasan Kecamatan Linge-Jagong, kembali ambruk setelah hujan deras mengguyur kawasan itu, Selasa, 20 Oktober 2015, sekitar pukul 08:00 WIB.

Ambruknya jembatan itu dilaporkan akibat gorong-gorong yang ada di bawahnya tidak sanggup menampung debit air hingga akhirnya meluap.

Akibat ambruknya jembatan itu akses kota Takengon-Jagong lumpuh. Bagi warga yang hendak menuju Jagong-Takengon terpaksa memilih jalur alternatif melalui Isak-Gading dan Batu Lintang, begitu juga sebaliknya.

“Jalur alternatif itu sekitar 50 kilometer lebih dengan jarak tempuh sekitar satu jam lebih,” kata Habib, warga Jagong melalui selulernya kepada portalsatu.com.

Dilaporkan juga, satu unit jembatan di Desa Jaget Ayu, Kecamatan Jagong, yang ambruk pada 19 Oktober sekitar pukul 01:00 WIB dini hari, belum diperbaiki oleh pihak terkait.

Untuk kelancaran akses transportasi, warga memanfaatkan jembatan tua yang terletak tak jauh dari lokasi jembatan ambruk itu agar bisa menyeberang ke Kecamatan Linge-Jagong maupun sebaliknya.

“Warga menaruh papan di jembatan tua itu agar bisa dilewati kendaraan roda dua dan penjalan kaki. Tapi masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas jembatan tersebut, karena sedikit terpeleset langsung jatuh ke sungai,” kata Habib.[]