JAKARTA — Massa yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi berdemo di depan Istana Negara untuk mengkritisi satu tahun masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Selasa (20/10). “Tujuan aksi kita di sini mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi dalam satu tahun,” kata Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) Rudi HB Daman di Jakarta.

FPR yang merupakan gabungan dari sejumlah organsisasi tersebut menilai pemerintahan Jokowi-JK dalam setahun belum bisa memenuhi janji kampanye dan mengimplementasikannya seperti Tri Sakti dan Nawa Cita. Rudi menilai kinerja pemerintahan saat ini belum optimal di bidang ekonomi dilihat dari melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AD pencabutan subsidi bahan bakar minyak, kebutuhan harga bahan pokok yang naik, dan lain-lain.

Selain itu FPR juga mengkritisi penegakan hukum di Indonesia terkait kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri hingga revisi Undang-Undang KPK yang dinilai melemahkan lembaga antisuap tersebut. “Dari survei-survei yang ada, kepercayaan rakyat kepada pemerintahan Jokowi mulai menurun,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, FPR menuntut penolakan PP Pengupahan, turunkan harga kebutuhan pokok, melaksanakan landreform dan industri nasional, penanganan asap dan perawatan serta evakuasi korban asap, menolak pembangunan melalui investasi asing, dan menolak pendidikan wajib militer atas bela negara.

abungan organisasi dari FPR antara lain Gabungan Serikat Buruh Independensi (GSBI), Front Mahasiswa Nasional, Serikat Pemuda Jakarta, dan lain-lain. Jumlah massa gabungan yang melakukan aksi sekitar 50 orang.[] Sumber: republika.co.id