LHOKSUKON – Warga menyebut api yang menghanguskan kompleks pasar sayur dan pasar unggas di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, awalnya terlihat dari loteng salah satu kedai rempah-rempah, Sabtu, 29 Oktober 2016, sekitar pukul 02.45 WIB dinihari. Dalam waktu 30 menit kobaran api melahap seluruh bangunan pasar sayur.
Enam unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, namun angin yang berhembus kencang mengakibatkan api sulit dipadamkan. Empat unit damkar dari Pemkab Aceh Utara, satu unit dari Pemkot Lhokseumawe dan satu unit lainnya mobil tanki air dari Polres Aceh Utara. Hingga pukul 07.33 WIB mobil damkar masih terlihat hilir mudik mengambil air dari PDAM Tirta Mon Pase yang ada di Gampông Reudeup, Lhoksukon.
Beberapa pemilik kedai mencoba mengevakuasi barang dagangannya ke tempat yang lebih aman. Puluhan personel dari Polres Aceh Utara sibuk menertibkan warga yang berada di lokasi, mengingat mobil damkar keluar masuk untuk memadamkan api.
“Kami lagi turunkan semen dari mobil, tiba-tiba Ikbal, teman saya melihat ada lidah api dari atas bumbungan lapak pedagang rempah dan ikan asin milik Husen. Kami langsung berlari ke lokasi sambil memanggil warga agar api tidak menjalar. Namun angin cukup kencang, sehingga dalam waktu singkat api langsung menyebar. Ditambah lagi lapak dagang yang awalnya terbakar hanya terbuat dari kayu,” kata Etok, 28 tahun, warga Gampông Meunasah Pante, kepada portalsatu.com di lokasi.