BANDA ACEH – Acara Kota Puisi ke 5 mengambil tema peringatan untuk hari meninggalnya tokoh besar Ali Hasjmy, di Taman Jembatan Lamnyong, Banda Aceh, Ahad 17 Januari 2016, pukul 16:00 – 18:00 WIB. Prof. Ali Hasjmy lahir di Idi Tunong, Aceh, 28 Maret 1914, meninggal pada 18 Januari 1998 di Banda Aceh pada umur 83 tahun. 

Dosen di Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Dosen di ISI (Institut Seni Indonesia) Padang Panjang, mengatakan, Aceh memiliki sastrawan-satrawan hebat sesungguhnya, salah satunya Ali Hasjmy.

“Karya-karyanya baik puisi, cerpen, dan novel sangat disukai masyakarat pembacanya di masa periodesasi sastrawan Pujangga Baru. Karya-karya beliau selain bercorak religiusitas juga kritik sosial dan dapat menjadi transformasi moral bagi masyarakat pembacanya,” kata Sulaiman Juned, Banda Aceh, Ahad, 17 Januari 2016.

Pendiri Sanggar Cempala Karya yang tengah membuat penelitian untuk disertasi S3 ini mengatakan, di Aceh pada masa itu (pujangga baru) selain Ali Hasjmy ada dua sastrawan yang sangat terkenal secara nasional seperti T.A. Talsya dan AG. Mutiara.

“Jadi di Kota Puisi ke-5 ini sudah selayaknya rekan-rekan mengangkat tema tersebut, karena di daerah Aceh ada sastrawan-sastrawan yang melegenda. Itu sudah tugas kita pula untuk mengenang apa yang telah mereka sumbangkan buat dunia sastra,” kata Sulaiman Juned, sastrawan Aceh Pendiri Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang, Sumatera Barat.

Sebagaimana diketahui, Kota Puisi adalah acara membaca puisi oleh seluruh penyair, sastrawan dan peminat seni sastra yang hadir secara suka rela. Pertama kali dibuat di Kota Banda Aceh, dirancang oleh Thayeb Loh Angen dan dikampanyekan oleh Muhrain (Muhammad Rain). Sampai kini, acara Kota Puisi telah dilaksanakan pula di Kota Lhokseumawe yang dikampanyekan Komunitas Sastra Lazuardi, dan di Kota Langsa dikampanyekan oleh Komunitas Seni Rajut Universitas Samudra.[]