TERKINI
HUKUM

Kontrakan Seputar Darusalam Marak Pencurian

BANDA ACEH - Rumah kos-kosan atau kotrakan di seputaran Darusalam dan Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh marak terjadi pencurian. Rumah kontrakan yang umumnya dihuni…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 735×

BANDA ACEH – Rumah kos-kosan atau kotrakan di seputaran Darusalam dan Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh marak terjadi pencurian. Rumah kontrakan yang umumnya dihuni oleh mahasiswa atau pemuda lajang ini kerap disatroni maling meski di siang hari. Target operasi pencurian pun beragam, mulai dari sepeda motor, ponsel, laptop dan barang berharga lainnya.

Fahmi salah seorang mahasiswa di Darusalam mengaku sudah dua kali kehilangan barang akibat disatroni pencuri. Parahnya, aksi pencuri itu dilakukan pada siang hari.

“Tahun lalu laptop sekarang ponsel. Udah musibah ya mau bagaimana lagi,” katanya kepada portalsatu.com, Rabu, 11 Mei 2016.

Hal serupa juga diaminkan oleh Iwan. Salah seoarang mahasiswa yang tinggal di kawasan Rukoh ini juga mengaku kemalingan beberapa waktu lalu. Ia mengaku kehilangan laptop. “Waktu itu yang dicuri laptop, saya yakin sekali kejadiannya malam hari dan ada saya di dalam rumah,” ucapnya.

Tak hanya menimpa Iwan, kasus tersebut juga menimpa Vani. Mahasiswa yang kuliah di salah satu kampus di Darusalam ini juga mengaku kehilangan laptop akibat disatroni maling.

“Waktu itu saya kuliah dan pencuri masuk dari depan dengan cara mendobrak pintu utama,” kata dia.

Pengamanan ditingkatkan

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Syiah Kuala, Yusuf Hariadi, kepada portalsatu.com mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dalam rangka menanggulangi kasus pencurian. Pihaknya mengaku sudah menerapkan patroli khusus untuk mencegah pencurian.

“Kita sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan kita sudah membentuk tim patroli,” ucapnya saat dihubungi portalsatu.com, 12 Mei 2016 via ponsel.

Pun demikian ia berharap masyarakat untuk tetap waspada dengan segala bentuk kecurigaan. Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan harta dan nyawanya.

“Masyarakat kita imbau untuk waspada dan lebih memperhatikan barang-barangnya,” kata dia.[](bna)

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar