JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Amran mengatakan, tenaga honorer memang menjadi polemik tersendiri bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Polemik tersebut salah satunya karena pemerintah daerah masih banyak menggunakan jasa tenaga honorer.
“Ini adalah sisa-sisa Pilkada (Pemlihan Kepala Daerah) terdahulu. kepala daerah menjanjikan tenaga honorer diangkat menjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Maka yang terjadi adalah orang-orang yang sudah mengabdi puluhan tahun menjadi honorer diganti oleh tim sukses si kepala daerah,” papar Amran saat menghadiri diskusi 'Mengejar Takdir Tenaga Honorer' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2016).