LHOKSEUMAWE – Koin berbahan tembaga ditemukan di sebuah kolam tinggalan Teungku Chik Di Paloh, Kulam Dayah, di Paloh Dayah, Lhokseumawe, Aceh, beberapa waktu lalu.

“Koin ini bertuliskan 'Nederland Indie, 1929. Ini ditemukan oleh anak-anak yang mandi di kolam Teungku Chik di Paloh atau Kulam Dayah,” kata Lodins, yang menyimpan koin tersebut.

Lodins mengatakan, Paloh Dayah dan sekitarnya, pernah dimasuki Tentara Belanda, memburu para pejabat dan keturunannya.

“Nenek kami, Cut Sapuan bin Teungku Baloe (Panglima Prang Balu), menceritakan kepada Ibu, rumah kakek buyutnya, Teungku Chik di Paloh, yang berada di Meunasah Dalam Paloh Dayah, dibakar oleh tentara Belanda karena penghuni rumah menolak untuk tunduk,” katanya.

Temuan koin itu, kata Lodins, menandakan Belanda sempat menguasai wilayah sekitar Lhokseumawe, setelah para penjaga kerajaan syahid atau para ulee balang lainnya tunduk kepada Belanda.

Setelah Jepang datang ke Blang Pulo dan Paloh Dayah tahun sekira pada 1943, tentara Belanda dibunuh oleh tentara Jepang tersebut.

“Koin itu menceritakan kadar kekuatan ekonomi. Bahwa Belanda itu orang miskin, mata uangnya terbuat tembaga, sementara mata uang Aceh, yakni Kesultanan Samudra Pasai dan Kesultanan Aceh Darusslam terbuat dari emas,” kata Lodins.[]