TAPAKTUAN – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Selatan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Politekhnik Aceh Selatan (BEM Poltas) menggelar penggalangan dana untuk para korban Gempa Bumi di Kabupaten Pidie Jaya di beberapa persimpangan jalan dalam Kota Tapaktuan, Kamis, 8 Desember 2016.
Ketua KNPI Aceh Selatan, Alja Yusnadi mengatakan, aksi penggalangan dana pada hari pertama dengan melibatkan seluruh pengurus dan organisasi kepemudaan (OKP) dibawah jajarannya, dipusatkan di jalan T Ben Mahmud persis di depan Kantor KNPI, Kota Tapaktuan.
Sebagai bentuk solidaritas kita terhadap warga korban Gempa Bumi di Pidie Jaya, kami meminta sumbangan ikhlas kepada para pengguna jalan raya yang melintas. Dengan harapan semoga sumbangan yang diberikan secara sukarela tersebut dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah, kata Alja Yusnadi saat dijumpai disela-sela berlangsungnya aksi penggalangan dana.
Selain meminta sumbangan kepada para pengguna jalan raya, pihaknya juga melakukan penggalangan dana ke masing-masing kantor Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk meminta sumbangan ikhlas kepada para pegawai dan pejabat daerah.
Wakil Ketua BEM Poltas, Zainudin yang dijumpai disela-sela kegiatan penggalangan dana mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 23 orang Mahasiswa dari empat jurusan masing-masing Jurusan Tekhnik Mesin, Komputer, Industri dan Informatika untuk menyukseskan kegiatan penggalangan dana secara sukarela tersebut.
Menurutnya, kegiatan penggalangan dana yang dimulai Kamis pagi tersebut diawali di Kampus Poltas untuk meminta sumbangan secara ikhlas kepada mahasiswa Poltas. Kemudian tim penggalangan dana mahasiswa Poltas di bagi dua kelompok yakni satu kelompok melanjutkan kegiatan penggalangan dana di Simpang Cerana dan satu kelompok lagi di Simpang Keude Aru, Kota Tapaktuan.
Pada Kamis sore aksi penggalangan dana juga kami lanjutkan di Taman Pala Indah sehubungan dilokasi tersebut sedang berlangsung kegiatan Turnamen Voly Dharma Wanita para istri pejabat Pemkab Aceh Selatan, ungkapnya.
Seluruh dana yang terkumpul nantinya, kata dia, akan digabungkan dengan dana yang berhasil dikumpulkan KNPI Aceh Selatan untuk selanjutnya secara bersama-sama dana tersebut akan diantarkan langsung kepada korban Gempa Bumi di Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya.
Penderitaan yang dialami saudara kita di Pidie Jaya merupakan duka dan kesedihan kita semua. Saudara kita disana banyak meninggal dunia, kehilangan harta benda dan tempat tinggal serta didera luka parah. Untuk meringankan beban tersebut, kami mahasiswa Politeknik Aceh Selatan tergerak menggalang dana bantuan dari masyarakat, ujarnya.
Menurut dia, amanah yang dititipkan masyarakat kepada pihaknya tersebut akan dikumpulkan dan dipastikan sampai kepada korban. Karena itu, mereka meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di daerah itu agar tergerak hatinya untuk menyisihkan sedikit dana atas nama kemanusiaan dan sikap solidaritas membantu para korban.
Bupati Aceh Selatan, T. Sama Indra mengatakan, aksi penggalangan dana untuk para korban Gempa Bumi Pidie Jaya sebenarnya telah dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat Aceh Selatan sejak Rabu (7/12) lalu. Sejumlah siswa-siswi dan anggota pramuka bersama personel kepolisian Aceh Selatan sudah turun di beberapa persimpangan jalan dalam Kota Tapaktuan meminta uluran tangan masyarakat yang melintas.
Perhatian masyarakat terhadap bencana Gempa Bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya tampak terus meluas hingga menjalar ke sejumlah kecamatan. Warga Aceh Selatan merasa prihatin dan turut merasa berduka yang mendalam atas musibah yang dialami warga Pidie Jaya tersebut. Semoga sanak famili korban dan seluruh penduduk Pidie Jaya senantiasa tabah dan sabar mengahadapi cobaan yang datang dari Allah SWT, ungkap Sama Indra.
Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah Lhokseumawe terdiri dari tim Lembaga Zakat Infaq Shadaqah (Lazismu) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Pidie Jaya berupa sembako dan obat-obatan.
Sekretaris Lazismu Farhan Zuhri mengatakan, Bantuan berupa sembako dan obat-obatan ini merupakan donasi dari Muzakki/donatur. Hasil assesmen warga Muhammadiyah sehingga kami menindaklanjuti kebutuhan di lokasi bencana seperti sembako dan obat-obatan.
“Kita akan up-date terus kebutuhan pengungsi di beberapa titik posko agar setiap kebutuhan tercukupi,” kata Farhan melalui siaran pers.[]
Laporan Hendrik