LHOKSUKON – Rumah tua itu berada di antara deretan rumah lainnya. Sinar matahari yang masuk melalui atap terbuat dari daun rumbia yang bolong menerangi setiap sudut rumah. Dinding berkonstruksi kayu juga mulai tua dimakan usia.
Saat mendekati pintu masuk, tercium aroma tak sedap dari dalam rumah. Di ruang tamu terdapat sebuah kasur lusuh yang diletakkan di atas karpet. Dalam kamar depan terlihat sebuah tempat tidur lusuh ukuran tiga kaki dan satu lemari kecil di dekatnya. Kondisi kamar itu kotor dan tidak terawat, lantai semen yang pecah di sana-sini. Kamar kedua kosong melompong. Sementara di dapur ada tempat memasak tradisional dengan menggunakan kayu bakar.
Tubuh wanita tua itu terlihat ringkih, rambutnya penuh uban yang terurai panjang sebatas pinggang. Matanya sudah tidak bisa melihat, pipi keriput yang memperlihatkan lekuk tulang. Jari kakinya yang lemah mulai bengkok.
“Ia hanya tinggal berdua dengan Amat, 45 tahun, anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. Tiga anak lainnya telah menikah dan tidak pernah datang menjenguk ibunya. Mereka sudah lama tidak peduli terhadap Nek Antiyah, 71 tahun,” kata Johan Syah, Kepala Dusun Alue Dua Rupa, Kecamatan Cot Girek kepada portalsatu.com, Rabu 9 Maret 2016, di sela-sela kunjungan Wakil Bupati Aceh Utara, Muhammad Jamil.
Saat masih muda, menurut Johan, Nek Antiyah bekerja sebagai tukang babat di PT Perkebunan Nusantara I Cot Girek. Setelah tua, ia menjadi peminta-minta di sepanjang jalan desa. Namun lima bulan terakhir, ia hanya bisa pasrah di atas kasurnya. Ia tidak dapat melihat akibat katarak dan tidak mampu berjalan karena lumpuh.
“Keluarga ini tidak memiliki penghasilan karena anaknya juga tidak bekerja. Selama ini mereka terkadang mendapat sumbangan atau bantuan makanan dari warga setempat, lebih dari itu tidak ada, kecuali beras miskin (raskin). Andaikan bisa bawa saja Nek Antiyah ke panti jompo. Setidaknya kebutuhan makannya akan terpenuhi dengan baik,” ujar Johan.
Kondisi nyaris sama dirasakan Nek Sumiati, 80 tahun, warga Dusun Pandan Wangi, Kecamatan Cot Girek. Rumahnya berjarak 1 kilometer dari rumah Nek Antiyah. Menuju ke sana harus melewati badan jalan berlubang dan penuh debu.