BANDA ACEH – Keumamah atau ikan kayu merupakan salah satu olahan ikan kering khas Tanah Rencong. Kuliner ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dulu. Di balik teksturnya yang keras dan liat, keumamah menyimpan secuil cerita yang menarik untuk disimak.
Salah seorang penjual keumamah, Fauziah, menceritakan jika olahan ikan ini dulunya merupakan bekal yang kerap dibawa para pejuang Aceh ketika berperang.
Keumamah terbuat dari tongkol yang direbus dan dijemur kering setelah dibalur dengan tepung kanji atau tepung tapioka. Setelah dijemur tekstur daging ikannya menjadi sangat keras membuat keumamah juga dikenal sebagai ikan kayu. Dengan kondisi tersebut memungkinkan keumamah bisa disimpan hingga berbulan-bulan. Tak heran jika para pejuang Aceh dulu menyimpan keumamah sebagai bekal selama perang.
Seiring dengan berkembangnya zaman, keumamah yang terbuat dari ikan tongkol tersebut diolah menjadi makanan yang praktis dan mudah di bawa ke mana saja. Tak terkecuali sebagai bekal para calon jamaah haji yang berangkat ke tanah suci. Cita rasa keumamah pun kini bisa dinikmati oleh masyarakat luar sebagai oleh-oleh khas Aceh.
