BANDA ACEH Ketua PPP Aceh, T Faisal Amin, mengatakan pihaknya sudah lama menyepakati suara di internal partai terkait arah politik Pilkada 2017. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan lintas partai di Meuligoe Wagub Aceh, Banda Aceh, Rabu, 16 Desember 2015 lalu.
“Mekanisme di PPP itu ada rapat pimpinan. Saat itu kami juga mengundang calon gubernur H Muzakir Manaf dalam rapim tersebut. Diambil keputusan (calon Gubernur Aceh) di depan H Muzakir Manaf secara aklamasi. Besoknya kita buat surat keputusan tentang hal tersebut,” ujarnya.
Dia mengatakan PPP menilai mengumumkan calon Gubernur Aceh yang akan diusung penting dilakukan dalam rapat pimpinan partai untuk menghindari kecurigaan di internal.
“Geutanyoe kadang-kadang hatee saboh, lidah yang beda-beda bacut. Untuk peumangat gob, tapeugah teuk lagee, meragu teuk ngon. Peu Pak Anwar, peu ka geumaen saboh sidroe? Kon meunan teungku? Padahal hana sama sekali teungku,” katanya.
Dia mengatakan terkadang seseorang bisa saja terjebak dengan bahasa-bahasa yang indah, bahasa politik. “Padahai pane bahasa politik, bahasa mencurigai ngon.”
Menurutnya akhlak, tingkah laku, sikap, dan bahasa tubuh seseorang bisa dibaca oleh orang lain. “Oleh karena itu untuk bek selisih pendapat dan paham atau beda interpretasi dalam bidang nyoe, mungken, Mualem uroe nyoe geuduk. Untuk menyamakan persepsi,” katanya menyikapi pertemuan tersebut.
Menurutnya hal terpenting dalam pertemuan tersebut adalah mengungkapkan apa yang mengganjal di diri masing-masing partai.
“Ta peugah haba bacut sapoe, yang phet ta peugah phet. Yang mameh ta peugah mameh. Di pak Anwar menyangkut ngon Wakil Gubernur, di Wakil Gubernur lam kawan geutanyoe na. Neucok mantong sidroe, lam kawan nyoe laju Mualem. Dan nyoe ngon, kon lawan,” katanya.
T. Faisal Amin juga menganjurkan Muzakir Manaf selsku calon Gubernur Aceh 2017-2022, memilih salah satu wakilnya dari partai nasional yang hadir dalam pertemuan tersebut. Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah Ketua Gerindra Aceh, TA Khalid, Ketua Golkar Aceh Yusuf Ishak, Ketua PAN Aceh Anwar Ahmad, perwakilan Demokrat Aceh Aswandi Hasbi Abdullah, PKS Aceh dan beberapa pimpinan partai lainnya.
“Cok mantong sidroe lam kawan nyoe, hana perle kriteria-kriteria that. Kaleuh taboh kriteria zameun, beuna calon sikula jeh, peu hasee. Kriteria yang penteng beu jeut kerjasama ngon Mualem, kedua dari Parnas, yang cocok kerja,” ujarnya.
Namun mengenai kapan diumumkan calon pendamping Mualem tersebut, T Faisal Amin tidak mempersoalkannya. Dia bahkan menamsilkan pengumuman tersebut ibarat salat dhuhur, jika dilaksanakan pukul 11.00 WIB di Aceh belum masuk waktunya.
Di sisi lain, T Faisal Amin mengatakan akan banyak fitnah yang sengaja dihembus pihak tertentu menjelang pemilihan kepala daerah mendatang. Dia berharap jika ada hal-hal seperti itu agar semua pihak mempertanyakan kebenarannya kepada yang bersangkutan.
“Enteuk na tuduhan kepada Golkar, tuduhan kepada Gerindra, tuduhan kepada PA, PKS, thabayun. Neu tanyong. Nyoe diadu domba geutanyoe, Teungku (nanti akan muncul tuduhan untuk Golkar, Gerindra, PA, PKS. Tanyakan, benarkan kita diadu domba, Teungku),” ujarnya.
Menurutnya calon Gubernur Aceh saat ini tidak lagi satu paket, bahkan ada tiga paket yang mulai bermunculan. Kompetitor-kompetitor tersebut, kata dia, bisa saja melakukan hal-hal negatif yang bisa merusak persatuan Koalisi Aceh Bermartabat.
“H'an jeut maèn rot keu dimaen rot likot, han jeut dimaen tingkat DPD atau provinsi dimaen u Jakarta. Han juet ulee bara. Maka akan timbul fitnah luar biasa, maka thabayun lah. Meunyoe keunong ateuh calon gubernur, tanyong bak calon gubernur langsung. Cuma calon gubernur bek segan-segan terimong kamoe teungku, phet mangat neuteurimong kamoe. Han jeut macam-macam teungku, nyoe keuneuk ta kerja. Dan nyoe teungoh diinginkan oleh kelompok-kelompok di luar geutanyoe,” katanya.[](bna)
