BANDA ACEH – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, Jamaluddin, ST, menyampaikan tetap istiqamah dengan kemelut yang dihadapi lembaganya saat ini. Dia juga menyampaikan bahwa Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tetap berpihak pada organisasi yang memiliki keabsahan mutlak.
Hal ini disampaikan Jamaluddin kepada portalsatu.com usai bertemu Muzakir Manaf di Bale Mualem, Lamprit, Banda Aceh, Rabu, 20 Januari 2016.
Jamaluddin mengatakan Mualem juga menolak dengan tegas bentuk-bentuk perpecahan propaganda yang dilakukan oleh banyak pihak di Aceh.
Kita bukan orang berantam dan macam-macam. Kami tidak mau hal-hal yang dilakukan oleh orang lain yang tidak bertanggungjawab semisal adu fisik dan sebagainya, kata Jamaluddin yang mengaku masih memegang mandat sebagai Ketua KNPI Aceh dari kubu Rifai Darus.
Ia mengatakan pemerintah tidak mengakui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) KNPI Aceh yang berlangsung hari ini, Rabu, 20 Januari 2016.
Itu tidak diakui oleh pemerintah. Bagi kami, kita hanya minta kepada pemerintah untuk merespon terhadap dinamika ini. Supaya tidak ada lagi esok lusa hal yang sama terjadi atas lembaga lain yang memicu konflik yang terjadi, katanya.
KNPI di bawah payung Jamaluddin mengakui tetap solid dan kompak. Buktinya, kata dia, 23 kabupaten kota hadir dengan pihaknya.
Kemarin 55 Organisasi Kepemudaan (OKP) dengan kita. Semua menolak Musdalub itu, dikarenakan itu bukan lembaga kita. Yang kami tolak bukan Musdalub-nya, melainkan mereka yang menggunakan embel-embel kita, atribut kita, dan alamat kantor kita. Mereka melakukan Musdalub atau tidak, terserah itu hak mereka. Tetapi jangan pernah memakai embel-embel kita, logo kita dan alamat kantor kita, ujar Jamaluddin.
Hal ini, katanya, terkesan mencoreng nama baik KNPI Aceh dan tidak mungkin satu lembaga dikelola oleh banyak orang.
Kita hanya mengingat kata Mualem tadi, bahwa pohon yang besar dan tinggi terus diterpa oleh angin. Untuk itu, pemerintah Aceh harus menolak bentuk-bentuk upaya dari perpecahan pemuda tersebut dan Muallem juga mengatakan demikian, katanya.[](bna)