BANDA ACEH Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, meminta Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) agar menyisihkan sebagian hasil minyak dan gas…
BANDA ACEH Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, meminta Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) agar menyisihkan sebagian hasil minyak dan gas bumi Aceh untuk pengembangan sesuatu yang sifatnya sustainable.
Kalau hasil minyak nanti sudah masuk ke dalam sistem APBD (APBA-red), barangkali akan baik kalau dari sekarang disisihkan satu jumlah yang cukup baik untuk membangun hal-hal yang sifatnya sustainable. Seperti membangun SDM, membangun teknologi, membangun pendidikan dan juga membangun energi terbarukan, ujar Sudirman ketika melantik Marzuki Daham sebagai Kepala BPMA di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 11 April 2016. (Baca: Menteri ESDM Lantik Marzuki Daham Jadi Kepala BPMA)
Dia mengatakan banyak negara yang sudah mempraktekkan hal tersebut. Jadi tidak semata-mata hasilnya dimasukkan dalam APBA yang dikonsumsi pada tahun berjalan. “Tapi diolah begitu rupa jadi sesuatu yang sifatnya jangka panjang, kata Sudirman seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM. (Baca: Ini Pesan Menteri ESDM Kepada Kepala BPMA)
Sudirman berharap, BPMA dapat berjalan efektif dan semakin banyak lembaga yang berjalan efektif maka negeri ini makin baik. Secara perlahan tapi pasti, negara, Pemerintah, institusi harus dijalankan dengan sistem, bukan dengan pendekatan personal yang persaingannya kemudian hilang, kalau sistemkan sistem alert tetap dijalankan, kata Sudirman.
BPMA merupakan organisasi yang dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Lembaga ini juga dibentuk berdasarkan Pasal 93 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh. Kedua produk hukum tersebut mengamanatkan penyelesaian penataan organisasi BPMA dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun yaitu 4 Mei 2016.
BPMA akan menjalankan tugas pokok dan fungsi seperti SKKP Migas. Namun cakupan wilayahnya lebih kecil. Keikutsertaan BPMA dan Pemerintah Aceh dalam pengelolaan migas diharapkan dapat mengelola sumber daya alam Aceh yang memiliki potensi besar. “Dan harus memberikan manfaat yang besar serta meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh,” kata Sudirman.[](bna)