JANTHO- Masyarakat dari enam gampong di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar berencana memperingati 11 Tahun Tsunami yang dipusatkan di Masjid Al Ikhlas, setempat.

Adapun keenam gampong tersebut adalah Gampong Layeun, Pulot, Lamseunia, Meunasah Bak U, Meunasah Masjid dan Deah Mamplam.

Peringatan kenduri tsunami ini untuk mengirimkan doa sekaligus mengenang para syuhada tsunami dari wilayah pesisir pantai ini.

“Kami berdoa untuk saudara kita yang menjadi korban peristiwa pilu 11 tahun yang lalu,” kata Drs. H. Rusli M. Ali, MM, Ketua Forum Kecamatan Leupung saat ditemui portalsatu.com sore tadi, Jumat, 25 Desember 2015.

Ia mengatakan, dari 12.000 jumlah penduduk di Kecamatan Leupung yang tersisa sekitar 2.000 jiwa, sebagian besarnya meninggal dunia akibat peristiwa tsunami.

“Jika dipersentasekan hanya 30 persen yang selamat dari bencana tersebut sementara 70 persen lainnya meninggal dunia,” katanya.

Namun, kata Rusli, setelah 11 tahun tsunami kini jumlah penduduk di kecamatan Leupung meningkat menjadi 3.500 sekian.

Ia berharap, usai 11 tahun tsunami ini agar semuanya, baik tua maupun anak-anak muda dari Kecamatan Leupung bisa mengambil hikmah dari peristiwa 11 tahun yang lalu dan senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

“Hendaknya anak-anak generasi penerus ini teringat kepada peristiwa dahsyat tersebut, dan dalam kehidupan sehari-hari terus belajar ilmu agama agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif. Dengan ilmu agama yang kuat kehidupan di Leupung ini menjadi lebih baik, dengan adanya peran pemuda di Kecamatan Leupung,” ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana, Ihsan Hasyem mengatakan, peringatan tsunami ini akan berlangsung besok pagi pukul 09.00 WIB diawali dengan doa bersama di masjid setempat.

“Insya Allah besok kita gelar doa bersama yang dipimpin oleh tengku-teungku dayah yang juga dari Kecamatan Leupung,” ujarnya. Kegiatan ini juga didanai oleh dana CSR PT. Lafarge Cement Indonesia (LCI) Lhoknga yang telah dialokasikan untuk kecamatan Leupung.[](tyb)