TAKENGON – Kepala Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTD RS) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Datu Beru Takengon, Tina Pentrisma mengatakan permintaan kebutuhan darah di Aceh Tengah sudah dalam kondisi sekarat. Pihaknya mengeluarkan darah 7-10 kantong per hari dan mencapai 235-300 kantong per bulan.

Stok darah yang ada hari ini misalnya, meliputi enam kantong golongan O+ (resus positif), enam kantong A+, lima kantong B+ dan satu kantong AB+.

“Paling susah kita cari golongan darah resus negatif. Jikapun ada yang perlu, kita terpaksa minta bantu ke UTD Bireuen atau Lhokseumawe, bisa jadi juga ke Banda Aceh,” kata Tina Pentrisma, kepada portalsatu.com, Rabu, 2 Desember 2015.

Jumlah permintaan darah katanya semakin meningkat di waktu-waktu khusus seperti mudik Lebaran atau hari besar lainnya, dengan penggunaan darah untuk korban kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan pengeluaran darah secara rutin, sebut Tina, digunakan untuk keperluan pendarahan pada operasi melahirkan dengan kebutuhan mencapai 10 kantong.

“Kalau golongan yang dibutuhkan dominan O+,” ujarnya.

Di Aceh Tengah kata Tina, kebutuhan darah dipenuhi oleh UTD RS BLUD Datu Beru, karena PMI Cabang Aceh Tengah tidak beroperasi maksimal.

“Kalau kami tidak sanggup memberi kebutuhan darah untuk pasien, maka jalan berikutnya harus dari keluarga atau terpaksa meminta bantuan donor dari masyarakat. Kalau sudah cari di luar otomatis biaya yang dikeluarkan ratusan ribu per kantong,” kata Tina.

Ia berharap, kerja sama antara UTD RS BLUD Datu Beru dengan PMI cabang Aceh Tengah dapat terjalin dengan baik guna memenuhi kebutuhan darah untuk masyarakat.[] (*sar)