TERKINI
EKBIS

Kata Prof Abubakar Karim Tentang Potensi Pertanian di Barat Selatan Aceh

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pertanian Pertanian dan Ketahanan Pangan Aceh, Prof. Dr. Abubakar Karim, M.P., mengatakan delapan kabupaten wilayah Barat Selatan Aceh memiliki potensi…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pertanian Pertanian dan Ketahanan Pangan Aceh, Prof. Dr. Abubakar Karim, M.P., mengatakan delapan kabupaten wilayah Barat Selatan Aceh memiliki potensi yang luar biasa disana.

“Pada sektor pertanian terdapat empat subsektor, yakni perkebunan, ketahanan pangan, peternakan dan perikanan. Semua subsektor itu sangat berpotensi dikembangkan di Barat Selatan Aceh,” ujar Abubakar Karim saat menjadi narasumber dialog daerah bertemakan “Mewujudkan Pembangunan Barat Selatan Aceh yang Terintegritas”, di Banda Aceh, Rabu, 18 November 2015.

Abubakar menyebut salah satu potensi perkebunan di Barat Selatan Aceh adalah sawit yang kini dikembangkan secara luas di beberapa kabupaten, seperti Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Subulussalam dan Aceh Singkil.

Menurut dia, dalam pengembangan sumber daya yang terintegrasi dibutuhkan insfrastruktur memadai. “Katakan saja terkait perkebunan kelapa sawit, selama ini yang ada cuma pabrik CPO, sayangnya di kawasan Barat Selatan belum dikembangkan pabrik minyak goring,” kata mantan Kepala Bappeda Aceh ini.

Di sektor ketahanan pangan, kata Abubakar, juga terdapat potensi penanaman padi dengan ketersediaan sawah cukup memadai di Barat Selatan, walaupun tidak seperti di Pantai Timur Aceh.  Contohnya, di Nagan Raya, Abdya dan juga Aceh Barat. Sementara di kabupaten lainnya di Barat Selatan, kata dia, mungkin masih terhitung kecil.

“Belum lagi dengan komoditi lain seperti jagung yang kini muncul di Aceh Selatan. Jika sebelumnya jagung dikembangkan di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, kini Pemerintah Aceh sudah mulai menggeser perhatiannya dalam pengembangan komditi jagung ke Aceh Selatan,” katanya.

Di sektor peternakan, Abubakar melanjutkan, jika merujuk kepada konsep maka di Aceh itu sebenarnya digalakkan swasembada daging.  Kata dia, ternak yang dikembangkan adalah ternak besar dan unggas.

“Ternak besar itu sendiri dibagi dalam dua jenis yaitu sapi dan kerbau, kedua-duanya terdapat di Barat Selatan Aceh. Walaupun di wilayah lain juga terdapat, tetapi di Barat Selatan itu adalah sentranya, tinggal ini saja kita optimalkan seperti apa,” ujar Abubakar.

Abubakar menambahkan, di bidang perikanan, selama ini masyarakat Barat Selatan yang notabenenya merupakan berada di pinggir laut memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. “Proses budidaya juga telah mulai digalakkan masyarakat seperti di Pulau Banyak dan Pulau Haloban serta lopster di Simeulue. Namun hal ini masih sangat perlu dioptimalkan,” katanya.[] (Rel)

Laporan Fira Zakya

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar