Pangkalpinang – Hari keenam penyelenggaraan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera IX 2015, Bangka Belitung, diwarnai sejumlah kejutan dari cabang olahraga yang sebelumnya tidak termasuk dalam katagori cabang andalan kontingen Porwil Aceh.

“Hari ini ada dua kejutan bagi Aceh, cabang yang bukan prioritas ternyata berhasil menampakkan kualitasnya,” kata T. Rayuan Sukma, Wakil Ketua Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Porwil dan Pra-PON Aceh yang juga Wakil Ketua KONI Aceh Bidang Litbang, di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Rabu, 18 November 2015, malam.

Kejutan tersebut datang dari cabang sepak takraw Aceh yang berhasil mendapatkan medali perak, dan memastikan diri lolos ke PON Jawa Barat 2016. Kejuatan lainnya dari cabang renang, di mana selama tiga hari berturut-turut cabang ini selalu menyumbangkan perolehan medali untuk Aceh. “Ini suatu capaian yang membanggakan. Padahal, sebelumnya kita tidak pernah membebankan apapun kepada dua cabang ini,” kata Rayuan.

“Hari ini takraw sudah menunjukkan kelasnya, setara dengan pe-takraw nasional. Harus diketahui bahwa lawan mereka, Kepulauan Riau itu adalah regu yang kuat di tingkat nasional,” kata Rayuan.

Begitu pula di cabang renang, meski hari ini hanya memeroleh perak di nomor 200 meter gaya punggung yang hanya tertinggal sepersekian detik atas peraih medali emas. Perak cabang renang di nomor ini diraih perenang Aceh atas nama Guntur. Sementara dua medali perunggu dipersembahkan Gilbert dan Giorgina Garcia.

“Sampai saat ini cabang renang cukup cemerlang,” katanya.

Selain di cabang sepak takraw dan renang, satu medali perunggu juga berhasil diperoleh atlet panjat tebing Aceh dari nomor speed classic putra atas nama Adek Andriantos.

Medali yang diperoleh kontingen Aceh hari ini adalah dua perak dan tiga perunggu.[]