TAKENGON – Wakil Gubernur Aceh terpilih Nova Iriansyah menepis tudingan aktivis pemuda wilayah tengah Aceh soal pembentukan tim Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) yang dinilai diskriminatif lantaran tidak ada perwakilan Gayo.
Nova melalui telepon seluler, Rabu, 7 Juni 2017 malam, menjelaskan, tim Ad-Hoc RPJMA yang pihaknya bentuk, tugasnya untuk singkronisasi visi-misi Gubernur-Wagub Aceh terpilih Irwandi-Nova dengan Bappeda Aceh. Hal ini, kata dia, agar di awal tahun 2018, Gubernur-Wagub definitif dapat langsung bekerja sesuai program yang sudah dirancang sebelumnya.
Nova juga mengaku sering berkomunikasi dengan sejumlah tokoh Gayo, baik dari kalangan akademisi, politisi, budayawan dan unsur pemuda.
“Saya sendiri perwakilan dari wilayah Tengah, bagaimana mungkin saya lupakan wilayah saya sendiri. Jadi tidak usahlah mengkhawatirkan soal RPJM itu, apalagi tim juga merancang apa yang sudah kita rumuskan,” kata Nova.