BANDA ACEH – Dua perempuan Aceh menilai penting memasukkan Laksamana Hayati menjadi pahlawan nasional. Untuk untuk itu anggota DPR Aceh dan Ketua Koalisi Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Aceh Hj Ismaniar, dan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Amrina Habibie, mengapresiasi langkah Komisi X DPR-RI yang mendorong agar Laksamana Malahayati ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Ismaniar saat dihubungi Rabu, 7 Juni 2017 mengatakan, Laksmanan Malahayati memang sudah sangat layak menjadi pahlawan nasional karena “perjuangan lautnya” yang dikenal dunia sebagai Laksmana Perempuan pertama di dunia.
“Kita memberi apresiasi kepada Komisi X DPR-RI, semoga penyematan pahlawan nasional kepada Laksmana Malahayati ini tidak mendapat kendala,” kata Ismaniar.
Ismaniar juga menyebutkan, Kemalahayati merupakan simbol perempuan yang tidak lari dari kodratnya sebagai perempuan, sama seperti Cut Nyak Dien yang berperang karena Aceh kehilangan orang pertama dalam pertempuran, yakni suami mereka.
“Ini simbol kuat perjuangan rakyat Aceh, dan saya yakin simbol perempuan begini juga ada di daerah lainnya di Aceh seperti Inen Mayak Teri di Gayo,” katanya.