BANDA ACEH: Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf (Mualem) meminta peran para ulama ditingkatkan dalam mengatasi krisis moral di Aceh.
Para ulama harus bersatu dalam memberikan solusi dan langkah tepat untuk mengatasi krisis moral seperti penggunaan dan pengedaran narkoba yang kian marak di Aceh akhir-akhir ini, kata Mualem saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Ulama dan Muktamar VIII Persatuan Dayah Inshafuddin Aceh di Asrama Haji, Banda Aceh, Jumat, 27 November 2015, malam.
Dalam sambutannya, Mualem mengatakan para ulama memiliki kedudukan yang sangat strategis, tempat dimana dibentuknya watak masyarakat aceh yang berlandaskan dengan nilai-nilai keislaman.
Peran ulama dalam melahirkan sebuah pemikiran untuk membangun generasi muda berdasarkan ahlunsunnah waljamaah sangat patut diapresiasi, karena mendidik para generasi muda masa kini untuk menerapkan nilai islam bukanlah satu perkara yang mudah, ujar Mualem, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.
Menurutnya, banyak generasi muda Aceh saat ini kurang menghayati penerapan Islam sesungguhnya, sehingga tidak sedikit di antara mereka terjerumus dengan gaya hidup yang tidak islami dan materialis, seperti penggunaan narkoba dan korupsi.
Akibat kurangnya penghayatan agama, kita dapat melihat betapa mudahnya pihak tertentu menerima sogokan dan melakukan korupsi demi untuk memperkaya diri sendiri. Kekayaan materil tentu saja tidak ada artinya bila tidak dibarengi dengan ibadah dan menjalankan tugas-tugas lainnya berlandaskan syariah, tegas Mualem.
Kader muda
Wakil Gubernur berharap dengan adanya organisasi ulama seperti Persatuan Dayah Inshafuddin, pengkaderan ulama generasi muda dapat ditingkatkan sebagai calon pemimpin Aceh di masa depan yang bermoral dan menguasai ilmu agama Islam dengan baik.
Banyak ulama-ulama kharismatik Aceh yang sudah tua dan uzur, seperti contoh Abu Tumin, Abu Mudi, Abu Seulimum, Abu Aceh Selatan dan Abu-abu lainnya. Kini sudah saatnya kita perlu mempersiapkan regenerasi ulama Aceh masa depan.
Generasi muda harus dididik sebaik-baiknya untuk menjadi ulama muda yang energetik dan berwawasan islami sehingga ghairah untuk mempelajari ilmu agama semakin tinggi, terutama di kalangan remaja, ujar Mualem.
Pada kesempatan tersebut, Mualem mengucapkan terima kasih kepada para ulama seluruh Aceh yang selama ini menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan moral masyarakat, sehingga mendorong terlaksananya syariat Islam secara kaffah di Aceh.
Acara Muktamar VIII Persatuan Dayah Inshafuddin kali ini diikuti ratusan peserta, baik pimpinan dayah serta para ulama seluruh Aceh. Turut hadir Ketua Majlis Syura PC Inshafuddin Aceh Besar, Abu Daud Zamzani, Ketua Umum PP Inshafuddin, Tgk. Daud Hasbi, Pembantu Rektor UIN Ar-Raniry, Dr. Muhibbuthabri dan beberapa kepala SKPA terkait.[]
