BANDA ACEH – Iwan Gayo yang menjadi pemateri tunggal dalam diskusi sejarah di kampus UIN Ar Raniry Banda Aceh membahas tentang genosida (pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras) di Tanah Gayo pada tahun 1904.
Iwan menyebut genosida itu menjadi sejarah kelam Republik Indonesia. “Yang membedakan genosida ini dengan yang lain adalah, genosida ini direncanakan dengan sangat matang. Ini merupakan kejahatan luar biasa,” kata Iwan dalam diskusi di gedung Teater UIN Ar-Raniry, Jumat, 18 Desember 2015.
Menurut Iwan, tragedi di Gayo saat itu dilakukan dengan menyebarkan taktik keji mirip perang salib. Kata dia, warga Gayo dituduh penyembah setan, sehingga Belanda bisa mengirim marsose untuk membasmi penduduk saat itu.