TAKENGON – Hingga 29 Oktober 2015, pelanggaran lalu lintas yang terjaring dalam Operasi Zebra di kawasan Aceh Tengah mencapai 178 kasus. Angka itu menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah 159 kasus.
“Tahun 2013 pelanggaran di Ops Zebra di Aceh Tengah berjumlah 228 kasus. Kalau melihat tenggang waktu (operasi) hingga 4 November 2015, dimungkinkan pelanggaran yang ditemukan bertambah dan tidak menutup kemungkinan akan melebihi pelanggaran tahun 2013,” kata Kapoelres Aceh Tengah melalui Kasat Lantas AKP Radhika Angga kepada portalsatu.com, Kamis 29 Oktober 2015 di Takengon.
Sementara pelanggar, katanya, masih didominasi roda dua dengan pengendara anak usia dini. Sedangkan kasus Laka dengan korban meninggal dunia telah terjadi satu kasus dan luka ringan satu kasus. Tahun 2014 nihil dan tahun 2013 satu kasus korban meninggal, dan satu kasus luka ringan.
Fokus dalam Operasi Zebra ini kata Radhika Angga, untuk menekan angka Laka Lantas dan penurunan tingkat fatalitas Laka. “Yang paling penting dua item itu. Artinya Anda harus mematuhi peraturan lalu lintas, Insyaallah keduanya bisa terhindari,” ujarnya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Bener Meriah, AKP Al Mahdi mengatakan, hingga 28 Oktober 2015, pelanggaran terjaring Operasi Zebra mencapai 133 kasus. Angka itu jauh meningkat dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah pelanggaran 107 kasus. Sementara korban laka nihil.
“Tujuan kita sama. Menekan angka Laka Lantas dan fatalitas,” ujarnya.[]