IZMIR, TURKI – Dua puluh orang pengungsi, termasuk 11 anak-anak dan perempuan hamil, yang menumpang sebuah kapal kayu, tewas tenggelam di lepas pantai Laut Aegea, Turki, Kamis pagi 24 Desember 2015.

Tim penyelamat, Turki Coast Guard, mencari dan menyelamatkan orang-orang di kapal yang berangkat dari daerah wilayah Bademler, Dikili Izmir yang menuju pulau-pulau terdekat Yunani.

Turki Coast Guard dikirim ke tempat kejadian setelah korban berteriak, ada pengungsi yang terjebak di dalam kabin tertutup di kapal yang sebagian sudah terendam.

Para pengungsi mengatakan kepada petugas pantai, ada 41 orang di kapal yang tenggelam itu. Dua puluh satu pengungsi diselamatkan dan 20 orang lainnya ditemukan tewas.

“Kami terus mencari korban yang tengeglam,” kata Turki Coast Guard.

Empat provinsi Turki – Canakkale, Izmir, Mugla, dan Aydin – terbujur di tepi Laut Aegea menghadap pulau-pulau Yunani, tujuan utama para pengungsi yang bersikeras meninggalkan Turki untuk menuju negara Uni Eropa.

Sejak tahun lalu, ribuan orang telah menempuh perjalanan jarak pendek yang berbahaya di Laut Aegea menuju Eropa Utara dan Barat. Cuaca yang memburuk di musim dingin membuat perjalanan mereka berbahaya.

Menurut data terbaru dari Organisasi Internasional untuk Migrasi, 800.000 pengungsi mencapai Eropa melalui Laut Aegea dari Turki ke Yunani. Sekira 80 persen data pengungsi yang mencapai Eropa melalui laut pada tahun 2015, belum teratur.

Menurut badan pengungsi PBB, lebih dari 950.000 orang total telah mencapai Eropa melalui laut tahun ini.[](tyb)

Sumber: Anadolu Agency (aa.com.tr)