BANDA ACEH Menanggapi kekhawatiran para aktivis lingkungan terkait permintaan Pemerintah Aceh kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), untuk merivisi sebagian zona inti menjadi zona pemanfaatan untuk pengembangan potensi panas bumi yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL), Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Ir. Husaini Syamaun, M.M meminta para aktivis lingkungan agar tidak khawatir dan melihat kepentingan lingkungan secara menyeluruh.
Melalui siaran pers yang diterima hari ini, Jumat, 26 Agustus 2016 Husaini menjelaskan, Pemerintah Aceh meminta Kementerian LHK untuk mengevaluasi sejauh mana fungsi zona inti tersebut benar benar sebagai lokasi di mana satwa langka berada. Kalau ternyata hasil evaluasi daerah tersebut kurang cocok sebagai zona inti, maka lebih baik direvisi atau digeser ketempat yang memang banyak satwa sehingga panas bumi dapat di manfaatkan.
Usulan revisi adalah untuk dievaluasi, barangkali akan lebih menguntungkan ke depan baik untuk kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya maupun untuk kepentingan umat manusia di planet bumi ini, kata Husaini.
Pemanfaatan panas bumi kata Husaini, merupakan program strategis nasional yang ramah lingkungan atau energi hijau.
Barangkali setelah dievaluasi ternyata lebih tepat atau lebih besar manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat, ujar Husaini.
Dalam hal ini lanjutnya, Pemerintah Aceh juga harus menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat.
Kalau ternyata hasil evaluasi daerah tersebut benar-benar zona inti dan terdapat banyak satwa langka, sudah pasti ditolak oleh Kementerian LHK, toh kewenangannya ada pada Menteri, karena ini kawasan hutan konservasi, ujar Husaini.