BANDA ACEH – Jaringan Intelektual Muda Islam atau JIMI mendesak Kapolri untuk membebaskan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ditangkap paksa oleh polisi. JIMI menilai penangkapan yang dilakukan merupakan bentuk represif aparat gaya koboi di era reformasi.
“Kapolri harusnya menangkap Ahok yang sudah jelas melanggar kemajemukan Nusantara, bukan menangkap mereka yang menyampaikan aspirasi Ummat,” ujar Ketua Umum JIMI, Zakiyamani kepada portalsatu.com, Selasa, 8 November 2016.
Zakiyamani menilai pola yang dilakukan polisi ini cenderung terlihat seperti tahun 1964-1965. Saat itu, kata dia, penculikan dan penghilangan aktivis Islam sangat sering terjadi, ketika Islam menjadi musuh komunis.
“Menjadi aneh ketika aktivis Islam bersuara soal keutuhan NKRI karena ucapan Ahok yang dianggap berpotensi membuat pecah perang SARA malah ditangkapi,” katanya.