PADANG – Bagi anda para travellers, yang cinta wisata budaya, jangan lewatkan yang satu ini. Di Pariaman, Sumbar, pada 20 September-1 Oktober 2017, akan ada tujuh ritual Festival Tabuik yang sangat tersohor itu.
“Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan dalam masyarakat Pariaman dan merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali, 10 Muharram. Sejarah mencatat, Hussein beserta keluarganya wafat dalam perang di padang Karbala. Acara ini sangat menarik,”kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal.
Tabuik sendiri adalah sebuah patung Buraq, makhluk majestik yang menyerupai seekor kuda bersayap dengan kepala wanita, yang terbuat dari bambu, rotan dan kertas. Di punggungnya terdapat sebuah peti yang berisi perhiasan dekoratif dan payung.
Legenda tersebut mengisahkan bahwa setelah wafatnya sang cucu Nabi, kotak kayu berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq. Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masyarakat Pariaman membuat tiruan dari buraq yang sedang mengusung tabut di punggungnya.
Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Sejarah mencatat, Hussein beserta keluarganya wafat dalam perang di padang Karbala.
Rangkaian kegiatannya? Lanjut Efendi Jamal, terdiri dari tujuh tahapan ritual tabuik, yaitu mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, dan membuang tabuik ke laut.
“Prosesi dimulai dengan mengambil tanah dilaksanakan pada 1 Muharram. Menebang batang pisang dilaksanakan pada hari ke-5 Muharram. Mataam pada hari ke-7, dilanjutkan dengan mangarak jari-jari pada malam harinya. Pada keesokan harinya dilangsungkan ritual mangarak saroban,” lanjutnya.
Acara puncak pada tanggal 10 Muharram, dilakukan ritual tabuik naik pangkek dan dilanjutkan dengan hoyak tabuik. “Sebagai ritual penutup, menjelang maghrib tabuik setinggi 12 meter ini diarak menuju pantai dan dilarung ke laut,” tambahnya.