BANDA ACEH – Sejarawan sekaligus penulis buku, Iwan Gayo menuding Pemerintah Aceh tidak peduli terhadap masyarakat Gayo. Menurut Iwan, pemerintah hanya memperhatikan daerah pesisir sehingga dataran tinggi terabaikan. Jangankan untuk pengungkapan fakta sejarah, kata dia, pembangunan saja masih minim.
“Nasib Gayo tidak ada yang bela, tidak ada satu gubernur pun yang melirik Gayo,” kata Iwan dalam diskusi tentang sejarah di gedung Teater UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat, 18 Desember 2015.
Iwan mengatakan pengungkapan sejarah kelam genosida di Tanah Gayo pada masa penjajahan Belanda, sudah dicoba bawa ke Pemerintah Aceh namun tidak berhasil.
“Saya coba bertemu dengan Pak Gubernur untuk audiensi langsung terlait hal ini, namun saya tidak pernah bisa bertemu langsung dengan Pak Gub,” kata Iwan.
Iwan mengajak masyarakat Aceh bersatu memperjuangkan segala aspek kehidupan untuk menjadikan kehidupan yang lebih baik. Salah satunya adalah membuka fakta dan menuntut terkait dengan genosida tetsebut
“Orang pesisir harus bantu orang Gayo untuk menuntut Belanda,” kata Iwan.
Iwan bahkan sempat menyebut gas yang dikelola PT Arun milik masyarakat Gayo. Hasil gas alam yang melimpah itu, kata Iwan, “dititipkan” ke Aceh Utara oleh masyarakat Gayo.
“Arun itu milik Gayo, tapi karena tidak ada akses jalan makanya dititipkan ke Aceh Utara,” ucap Iwan.[]