Bulan Syakban merupakan bulan untuk membersihkan diri kita dari segala dosa dan kesalahan sebelum menuju bulan Ramadhan. Pada bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar (istigfar). Dalam Islam, istigfar merupakan hal terbesar dan paling agung bagi seorang muslim yang penuh semangat untuk selalu sibuk dengannya pada masa-masa yang utama, di antaranya adalah Syakban dan malam Nishfu Syakban.
Istigfar adalah di antara sebab dimudahkannya rezeki yang keutamaannya ditunjukkan oleh banyak nash dari Alquran dan hadis-hadis penghulu para kekasih shallallahu alaihi wasallam.
Di dalamnya ada peleburan dosa, penyingkap susah, penghilang dan penolak duka. Hal itu karena banyaknya susah dan bertubi-tubinya duka disebabkan keburukan dosa dan selalu melakukan dosa. Maka sangat patut jika istigfar dan keseriusan bertaubat dan permohonan maaf menjadi obatnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa menetapi istighfar maka Allah menjadikan untuknya kesenangan sebagai ganti kesedihan, jalan keluar sebagai ganti kesulitan dan Dia memberikannya rizki dari arah yang tidak disangkanya.(HR Abu Dawud Nasai Ibnu Majah Hakim)
Sementara itu dalam sebuah hadis Qudsi juga menyebutkan kelebihan istigfar. Dari Anas r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya selama kamu memohon dan berharap kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu atas segala yang pernah ada darimu dan Aku tidak akan mempedulikannya. Wahai anak Adam, andai dosa-dosamu membumbung tinggi mencapai langit kemudian kamu memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak mempedulikannya. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu datang kepada-Ku dengan kesalahan-kesalahan sepenuh bumi kemudian kamu datang kepada-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan apapun niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.(HR Turmudzi)
Pada kesempatan lainnya, Rasulullah juga pernah bersabda, sebagaimana disebutkan Abu Said al-Khudri r.a. Beliau berkata: Iblis berkata: Demi keagungan-Mu, saya senantiasa akan menyesatkan para hamba-Mu selama nyawa masih ada di tubuh mereka. Allah berfiman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku selalu mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan kepada-Ku. (HR Hakim.)
Sementara itu dari Abdullah bin Busr r.a., ia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Sungguh sangat beruntung orang yang ditemukan banyak istighfar dalam catatan amalnya.(HR Ibnu Majah dengan Sanad Shahih)