TERKINI
NEWS

Irwandi Yusuf: Usulan Pegiat Alabas Mengerdilkan Aceh

BANDA ACEH - Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menilai pemekaran yang diperjuangkan sekelompok tokoh di kawasan barat selatan dan tengah Aceh merupakan upaya mengkerdilkan Aceh.…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.9K×

BANDA ACEH – Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menilai pemekaran yang diperjuangkan sekelompok tokoh di kawasan barat selatan dan tengah Aceh merupakan upaya mengkerdilkan Aceh. Hal tersebut disampaikannya dalam akun facebook pribadinya pada Selasa, 9 Februari 2016 kemarin.

Apa yang diusulkan oleh pegiat ALABAS itu bukan pemekaran, tapi penguncupan atau pengkerdilan terhadap Aceh. Saya gak ikut,” tulisnya.

Irwandi turut merujuk pernyataan Anggota DPD RI asal Aceh, Fakhrul Razi, yang menyebutkan tidak ada RUU Daerah Otonomi Baru (DOB) untuk Provinsi Aceh. Dia juga merujuk pernyataan Tagore yang menyebutkan pemekaran Aceh masuk dalam RUU DOB.

Mana yang betul?”

Irwandi malah lebih menyetujui jika pemekaran Aceh merujuk pada masa kejayaan kesultanan dulu.

Saya setuju pemekaran Aceh semekar-mekarnya. Sumut, Riau, Jambi, Sumbar, dan Bengkulu masuk ke dalam wilayah Aceh seperti zaman pra kolonial Eropa dulu. Saya setuju itu,” tulisnya lagi.

Sejarah mencatat, pada zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau, Sumatera Timur, hingga Perak di semenanjung Malaysia. Daerah kekuasaan Aceh ini kemudian menjadi rebutan bangsa-bangsa Eropa untuk menguasai rempah-rempah dan hasil bumi lainnya sejak awal abad ke-16. 

Bangsa Eropa pertama yang mencoba mencaplok daerah kekuasaan Aceh adalah Portugis. Lalu negara Eropa lainnya yang mengusik Aceh pada abad ke-18 adalah Kerajaan Inggris dan Belanda. Pada akhir abad ke-18, Aceh terpaksa menyerahkan wilayahnya di Kedah dan Pulau Pinang di Semenanjung Melayu kepada Inggris.

Daerah kekuasaan Aceh kembali dicaplok Belanda akibat pengkhianatan Inggris pada 1871, dengan membiarkan Belanda menjajah Aceh untuk mencegah Perancis mendapatkan kekuasaan di kawasan tersebut.

Wartawan portalsatu.com telah beberapa kali mencoba menghubungi politisi PNA tersebut untuk mengonfirmasi pernyataannya di akun facebook. Namun sayangnya, hingga berita ini ditayangkan Irwandi tidak merespon panggilan masuk portalsatu.com.[](bna)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar