SUBULUSSALAM – Politisi Partai Nasional Aceh (PNA) Irwandi Yusuf, mengajak seluruh kandidat calon gubernur yang maju dalam pilkada 2017 mendatang agar menciptakan pilkada 'halal' tanpa melakukan tindakan anarkis seperti pembunuhan demi mencapai kemenangan.
“Saya sering mengatakan kepada kandidat lainnya supaya mengikuti pilkada secara halal,” kata Irwandi dalam sambutannya usai mengukuhkan kepengurusan Tim Relawan Pendukung Irwandi di Subulussalam, Senin, 11 April 2016.
Irwandi juga meminta kepada bakal calon gubernur Aceh agar menyampaikan kepada tim masing-masing untuk menciptakan pilkada Aceh yang aman dan damai. Jangan karena pilkada katanya, lantas harus membunuh.
Mantan Gubernur Aceh periode lalu ini berharap hal yang terjadi pada pilkada 2012 lalu tidak terulang kembali. Ia menceritakan, saat itu ada dua orang dekatnya yang dibunuh. Pekerja asal Pulau Jawa yang mencari nafkah di Aceh kala itu juga ada yang menjadi korban.
Lebih lanjut ia menceritakan, pada pemilu legislatif di 2014, empat orang temannya kembali menjadi korban oleh kelompok tertentu yang menurutnya ingin meraih kemenangan namun dengan cara tidak terpuji.
Irwandi mengaku persaingan pilkada 2012 lalu sangat berat, bahkan ia pernah mendapat ancaman akan dibunuh sebanyak lima kali. Para pengikut Irwandi sempat menyarankan supaya dilakukan perlawanan, namun ia memilih diam dan bersabar demi keamanan Aceh.
Kalaupun menang dengan cara seperti itu, itu haram, kursi yang didapat haram, program yang dijalankan tidak mendapat berkah. Maka sempat terjadi kekacauan di mana-mana, katanya.
Sebenarnya banyak kawan-kawan bilang supaya kita melawan. Tetapi saya harus memikirkan jika lawan sampai hari ini Aceh pasti masih ribut. Saya pelaku perjuangan, banyak pengikut saya dan juga pandai pegang senjata, katanya.[](ihn)