LHOKSEUMAWE - Puluhan mahasiswa dari delapan lembaga kemahasiswaan berunjuk rasa di halaman kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu, 24 Mei 2017, siang. Dalam aksi memperingati…
LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa dari delapan lembaga kemahasiswaan berunjuk rasa di halaman kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu, 24 Mei 2017, siang. Dalam aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional itu, mereka menutut bupati menyelesaikan sejumlah persoalan,
Adapun tuntutan mahasiswa berdasarkan pernyataan tertulis yang diterima portalsatu.com, tidak hanya ditujukan kepada Pemkab Aceh Utara, tetapi juga terhadap Pemko Lhokseumawe. Mereka meminta Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe selaku Tuan Tanah mempertegas peran dalam pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.
Berikutnya, mahasiswa mendesak pemerintah dua daerah tersebut benar-benar serius dan tidak lamban dalam mengalokasikan dan mencairkan dana desa. Mendesak Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe menyelesaikan sengketa aset dan pembebasan lahan di dua daerah itu.
Kami juga mendesak Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk memperjelas kepada rakyat persoalan defisit anggaran yang terjadi, ujar Reza Rizki, koordinator aksi tersebut.
Reza menyebutkan, unjuk rasa tersebut sengaja dilakukan untuk merefleksikan peringatan Hari Kebangkitan Nasioanal yang jatuh pada 20 Mei setiap tahunnya, dengan menjunjung tinggi perilaku yang berkarakter, bermoral, beradab dan bebas dari mental negatif.
Delapan lembaga kemahasiswaan yang tergabung dalam Forum Bersama Mahasiswa (Formesba) itu ialah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR), Himpunan Mahasiswa Aceh Timur (HIMAT), DPM dan BEM ISIP Universitas Malikussaleh (Unimal), BEM IAIN Malikussaleh, BEM Unnimal dan BEM Akkes Aceh Utara.
Diberitakan sebelumnya, Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di halaman kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu, 24 Mei 2017, sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional tersebut berujung ricuh lantaran mahasiswa memaksa masuk untuk menemui bupati. (Baca: Demo di Kantor Bupati Ricuh, Belasan Mahasiswa Dibawa ke Polres)[]