BANDA ACEH – Provinsi Aceh menjadi tuan rumah peringatan Hari Nusantara ke-15 tahun 2015 yang dipusatkan di Banda Aceh sejak 9-13 Desember 2015. Hari Nusantara yang diperingati setiap tahunnya di bulan Desember memiliki alur sejarah yang panjang. Berawal dari Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com dari buku panduan yang diterbitkan Media Center Hari Nusantara di Lampulo, Banda Aceh, Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda di atas. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat.

Berlanjut, pada 13 Desember 1999 dicanangkan sebagai “Hari Nusantara”, dan pada 11 Desember 2001, Presiden RI Megawati Soekarnoputri, melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001, menetapkan bahwa 13 Desember dinyatakan sebagai “Hari Nusantara”, dan resmi dinyatakan sebagai hari perayaan nasional.

Peringatan ini akan menjadi pendorong dan semangat baru bagi pemerintah dan segenap komponen masyarakat untuk menjadikan pembangunan kekelautan sebagai pengarustama (mainstream) pembangunan nasional dan menciptakan sinergisitas pembangunan di kawasan timur dan barat Indonesia.

Pada 13 Desember 1957 Deklarasi Djuanda melahirkan konsepsi Negara Kepulauan. Kemudian pada10 Desember 1982, Konvensi Hukum Laut III Montenegro Bay, Jamaica melahirkan Konsepsi Negara Kepulauan sehingga terbentuklah Hari Nusantara sebagai ajang nasional tiap tahunnya.[]

Laporan Fira Zakiya di Banda Aceh